Ini barang yang disita Bareskrim saat geledah ruangan Haji Lulung
Penggeledahan itu terkait kasus korupsi pengadaan UPS.
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di tiga titik Gedung DPRD DKI Jakarta, ruang kerja Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Haji Lulung), Anggota Komisi E DPRD Fahmi Zulkifli dan Sekretariat Komisi E. Penggeledahan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB, Senin lalu.
Menurut penuturan sumber yang enggan disebutkan namanya, beberapa berkas berhasil diamankan oleh pihak penyidik dari ruangan Haji Lulung dan Fahmi Zulkifli.
Dari ruangan Fahmi di lantai 5 Gedung DPRD DKI Jakarta, penyidik membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Fahmi, Kartu nama Fahmi, Tata Tertib (Tatib) DPRD DKI Jakarta 2014-2019 dan berkas yang diambil dari brangkas.
Sedangkan, dari ruangan Haji Lulung, penyidik membawa dokumen RAPBD DKI Jakarta 2013, RAPBD DKI Jakarta 2014 dan RAPBD DKI Jakarta 2015 dalam bentuk soft dan hardcopy. Selain itu CD, flashdisk, Tatib DPRD DKI Jakarta, Absensi Rapat dan berkas yang diambil dari brangkas.
Sebelumnya diketahui,Penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggeledah salah satu ruangan di kantor DPRD DKI Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi yang dihimpun, ruangan yang digeledah milik Haji Lulung.
"Iya tadi sekitar jam 15.00 WIB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto saat dihubungi merdeka.com, di Jakarta, Senin (27/4).
Agus mengatakan, penggeledahan terkait dugaan korupsi pengadaan 25 paket Uninterruptible Power Supply (UPS). Penggeledahan di salah satu ruang anggota DPRD DKI Jakarta.
"Saya kurang tahu ruangan tepatnya. Nanti saya informasikan lagi," tandas Agus.
Baca juga:
Ahok sebut polisi berwenang geledah ruangan Haji Lulung
Bareskrim sita 3 komputer, 1 rekaman dan 1 dus berkas dari DPRD DKI
Ketua DPRD DKI terobos garis polisi temui penyidik Bareskrim
Polisi bawa dua tas dari ruangan Haji Lulung, HP staf juga diperiksa
Kasus UPS, polisi geledah ruangan Haji Lulung & Komisi E DPRD DKI
Kantor digeledah Bareskrim, Lulung yakin tak terlibat kasus UPS