Gubernur tandingan Ahok gengsi pakai istilah 'blusukan'
Menurut Amir, Fahrurrozi akan segera menyusun dan menyiapkan struktur jabatannya, seperti sejumlah kepala dinas.
Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Fahrurrozi Ishaq dipilih menjadi gubernur tandingan DKI oleh Front Pembela Islam (FPI). Gengsi dengan istilah blusukan seperti dipopulerkan Jokowi, Fahrurrozi memiliki istilah sendiri untuk bertemu dengan masyarakat.
"Kita namanya bukan blusukan, namanya jabat erat dengan rakyat," ujar Pengurus Presidium Penyelamatan Jakarta, Amir Ralli saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (6/12).
Menurut Amir, Fahrurrozi akan segera menyusun dan menyiapkan struktur jabatannya. Seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Fahrurrozi akan menunjuk nama-nama untuk menjadi kepala dinas di satuan yang dibentuknya.
"Nanti ada timnya, bagian penerangan, kesehatan, perbaikan jalan dan lain sebagainya. Lihat nanti dan tergantung di lapangan," jelasnya.
Lebih jauh, lanjut Amir, di bawah kepemimpinan Fahrurrozi, Jakarta akan menjadi kota percontohan bagi kota-kota lainnya. Dengan slogan 'Jabat erat dengan rakyat', masalah banjir dan lainnya diyakini dapat segera diatasi. Terlebih bilamana sejumlah kepala bagian telah dibentuknya.
"Bang Rozi akan mengonsolidasikan pemetaan wilayah, implementasi ke bawah jalan terus. Nanti tinggal menunggu pelantikan di DPRD," tuturnya.
Tak hanya itu, Fahrurrozi juga akan mempersiapkan staf pengawal yang dipilihnya sendiri. Kemudian dia juga akan membuat rumahnya sebagai kantor gubernur.
Ketika disinggung mengenai apa makanan kesukaan sang gubernur tandingan, Amir mengatakan bila Fahrurrozi adalah tipe orang yang sederhana.
"Ya biasa, orang proletar, singkong rebus, kacang rebus, enggak ada yang istimewa," jawab Amir.
Baca juga:
5 Cerita lucu gubernur tandingan Ahok, Fahrurrozi Ishaq
Ini gaya Gubernur DKI Jakarta tandingan Fahrurrozi pilihan FPI
Usai obral visi misi, Bang Rozi minta restu ibu-ibu pengajian
Twitter kawe gubernur tandingan Ahok akan kirim banjir ke Bekasi
Ini alasan Fachrurrozi pede jadi gubernur tandingan DKI Jakarta