LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Gerindra sebut kasus yang menjerat Sanusi mengarah ke Pemprov DKI

Wakil Ketua DPP Gerindra, Arief Poyuono menduga KPK tengah membidik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal izin reklamasi.

2016-04-01 17:14:14
KPK tangkap anggota DPRD DKI
Advertisement

Wakil Ketua DPP Gerindra, Arief Poyuono menegaskan partainya tidak akan membantu ketua komisi anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi yang diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sanusi dikabarkan tersandung kasus Tindak Pidana Korupsi soal izin reklamasi pantai Jakarta.

"Saya belum tahu benar tapi kata salah satu anggota komisi DPRD DKI Jakarta ini masalah izin reklamasi Pantai Jakarta," kata Arief saat menyambangi KPK, Jumat (1/4).

Terkait hal ini Arief tidak tahu menahu kemungkinan pihak Pemprov DKI terlibat dalam pusaran kasus ini. Dia menduga KPK tengah membidik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Advertisement

"Arahnya ke Pemprov," ujarnya.

Setelah kader Gerindra terseret kasus ini dia menegaskan Gerindra di DPRD DKI terpecah. Hal ini karena sebagian kader Gerindra di DKI menurut Arief ada yang mendukung reklamasi pantai sedangkan sebagian tidak.

Dia juga mengatakan Sanusi merupakan kader Gerindra yang setuju dengan adanya reklamasi. Oleh sebab itu, Arief yang mewakili Gerindra meminta KPK agar segera menuntaskan kasus ini hingga tuntas. Bahkan dia mengatakan agar KPK tidak hanya menangkap Sanusi jika memang ada pihak lain yang terlibat.

Advertisement

"Ya, dia mendukung (Sanusi mendukung reklamasi)," tandasnya.

Baca juga:
M Taufik soal ruangannya disegel KPK: Tak masalah, masih bisa kerja
KPK sebut kasus yang melibatkan M Sanusi korupsi besar
Saat ditangkap KPK, Sanusi terima suap kedua Rp 1 miliar lebih
KPK tetapkan anggota DPRD DKI M Sanusi tersangka penerima suap
Ahok soal kasus Sanusi: Mungkin Raperda diurut-urut!
Taufik soal LHKPN: Anggota dewan diminta kolektif

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.