LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

ERP Dinilai Lebih Efektif dari Sistem Ganjil Genap

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek itu, ERP akan lebih efektif dari ganjil-genap. Namun, untuk benar-benar membatasi kendaraan pribadi, maka nantinya harus ada kebijakannya lanjutan ERP, yakni pembatasan produksi kendaraan hingga pembatasan kepemilikan kendaraan.

2018-11-28 19:02:00
ERP
Advertisement

Pengamat transportasi Bambang Prihartono menilai, penerapan jalan elektronik berbayar atau electronic road pricing (ERP) efektif mengerem jumlah pengguna kendaraan pribadi di Ibukota.

"Tentu sangat efektif dengan penerapan ERP," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/11).

Menurutnya, ERP diperkirakan mampu mengurangi pergerakan kendaraan pribadi hingga 60 persen. Angka tersebut mengacu kepada sistem ganjil genap yang mampu menekan angka pengguna kendaraan pribadi hingga 40 persen.

Advertisement

"Misal ganjil-genap kemarin bisa 40 persen, ERP bisa lebih besar lagi, di Jakarta itu bisa sampai 60 persen mengurangi volume kendaraan yang berseliweran," jelasnya.

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek itu, ERP akan lebih efektif dari ganjil-genap. Namun, untuk benar-benar membatasi kendaraan pribadi, maka nantinya harus ada kebijakannya lanjutan ERP, yakni pembatasan produksi kendaraan hingga pembatasan kepemilikan kendaraan.

"Sampai terakhir pembatasan pemilikan kendaraan, di Singapura sudah tuh satu orang hanya satu kendaraan," ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Bambang menyambut baik apabila pemerintah benar-benar mau menerapkan kebijakan ERP pada kendaraan roda dua. Menurut Bambang, tidak hanya mobil motor juga perlu dibatasi. Apalagi PBB menurutnya juga mulai memperhatikan peningkatan jumlah motor di negara berkembang seperti Indonesia.

"Motor perlu dibatasi, saya baru pulang dari sidang UN PBB, PBB mulai khawatir perkembangan motor di negara berkembang bahkan ada rencana membatasi. Ini sudah jadi isu dunia bukan isu wilayah saja," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anies Setuju jika Aturan ERP Berlaku untuk Semua Jenis Kendaraan Pribadi
Tak Hanya Mobil, Motor Juga Akan Kena ERP
Dishub DKI Akan Uji Coba ERP Selama 20 Hari di Jalan Medan Merdeka Barat
Uji Coba ERP di Ruas Jalan Jakarta Kembali Ditunda
Pemprov DKI Akan Uji Coba Sistem ERP 14 November Mendatang
Kemenhub: Ganjil-genap tidak cocok diterapkan permanen

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.