Dua pengeroyok pendukung Ahok-Djarot diburu hingga keluar kota
Dua pengeroyok pendukung Ahok-Djarot diburu hingga keluar kota. "Sudah (diperiksa), nanti saya harus baca BAP nya dulu. Untuk korban sudah membaik, tapi belum mintai keterangannya, mungkin besok," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan.
Iwan (44), warga Kalianyar V RT 10, RW 003, Kelurahan Kalianyar Tambora, Jakarta Barat, dipukuli tiga orang pemuda pada Senin malam kemarin. Peristiwa itu bermula saat Iwan yang merupakan pendukung pasangan pilkada DKI nomor dua, berteriak hidup Ahok.
Satu dari tiga pelaku sudah diamankan atas nama Ruby Peggy (26). Sedangkan dua rekannya, Angga (23) dan Idam Tipar (30) yang ikut menghajar korban berhasil kabur.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Andi Adnan, mengatakan dua pelaku masih terus diburu keberadaannya.
"Masih kita kejar sampai sekarang masih kita kejar, belum ketemu," kata Andi Adnan, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (15/3).
Andi mengatakan, pihaknya mencari keberadaan dua pelaku mulai dari mendatangi warga hingga sampai ke luar kota. Namun dia enggan menjelaskan lebih rinci.
"Enggak bisa kita sebutkan. Sampai luar kota Jakarta kita," jelasnya.
Salah satu orangtua pelaku juga sudah diminta keterangan terkait kasus kesalahpahaman yang berujung pengeroyokan terhadap. Iwan mengalami sejumlah luka-luka. "Sudah (diperiksa), nanti saya harus baca BAP nya dulu. Untuk korban sudah membaik, tapi belum mintai keterangannya, mungkin besok," kata Andi.
Kejadian bermula saat Iwan berteriak menyerukan nama Ahok di depan tetangganya bernama Nena Zaenab pada Senin pagi. Rupanya Nena tak senang dengan teriakan itu.
"Ini terjadi karena adanya kesalahpahaman antara Iwan dan tiga pelaku. Iwan waktu itu berteriak 'hidup Ahok' tapi tidak diterima oleh Nena, lalu dia kaget dan mengeluarkan kata kasar kepada korban," katanya.
Saat Nena meluapkan emosi pada Iwan di lokasi ada anaknya Ruby Peggy (26) dan dua orang rekannya Angga (23), dan Idam Tipar (30). "Saat itu ada pelaku yang akhirnya mengejar dan memukuli korban," jelas dia.
Tak puas memukuli Iwan saat itu, malam harinya dia kembali diburu. Hingga akhirnya bertemu dengan tiga pelaku dan dipukuli hingga mengalami luka yang cukup serius.
"Saat ini Iwan tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Tarakan," katanya.
Baca juga:
Kedapatan bawa sajam, 2 pelajar SMP di Yogyakarta ditangkap polisi
Usai bentrok karena video Youtube, Mauk Tangerang sudah kondusif
Larang pengendara masuk jalur Busway, petugas Transjakarta dikeroyok
Tabrak motor & mobil, 3 terduga pengedar narkoba dihakimi warga
Kabel diduga curian disita, puluhan warga serang 2 anggota polisi
Selisih paham di tempat kerja, Agus hajar dan gigit telinga Acok
Hamzah tewas usai dilempar batu hingga motor tabrak pohon