Driver GO-JEK bubarkan diri usai ditemui Wakapolres Jakut
AKBP Dwi berjanji akan transparan dalam mengungkap kasus terbunuhnya seorang driver GO-JEK lawan jukir liar.
Puluhan driver akhirnya membubarkan diri setelah bertemu dengan Wakapolres Utara AKBP Dwi. Di mana sebelumnya para driver ini menuntut agar pengelola gedung bertanggung jawab atas tewasnya Septian alias Pian (23).
"Teman-teman, kami minta teman-teman untuk membubarkan diri. Biarkan kami dari kepolisian yang akan mengusut kasus ini," ujar Dwi saat mendatangi lokasi kejadian di Mall Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Barat, Rabu (9/12).
Namun dari pihak menuntut agar kepolisian agar cepat bertindak. Bila tidak selesai kasus ini para driver GO-JEK akan melakukan hal yang sama.
"Kalau ini tidak tuntas, kami akan gelar demo lagi lebih besar," ujar para driver Go-Jek.
"Iya nanti kalau sudah dapat dan mengecek semua tempat kejadian perkara kita akan beri tahu. Biarkan kami bekerja," ujar Wakapolres meredam driver GO-JEK.
Akhirnya dengan ketegasan Wakapolres untuk menyelesaikan kasus ini, para driver membubarkan diri dengan damai. Mereka satu per satu kembali ke pangkalan masing-masing.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menyatakan sebelum korban tewas sempat diberikan perawatan selama 30 menit di Rumah Sakit.
"Korban mendapatkan perawatan selama 30 menit namun akhirnya meninggal dunia akibat selaput paha kiri putus dan kehabisan darah," ujar Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/12).
Baca juga:
Driver GO-JEK minta Sunter Mall ikut tanggung jawab tewasnya Pian
Driver GO-JEK kepung Sunter Mall, arus lalu lintas macet
Bercak darah masih tertinggal di lokasi penusukan driver GO-JEK
Sebelum tewas ditusuk, driver GO-JEK berniat mendamaikan keributan
Rekan tewas ditusuk, driver GO-JEK tuntut nyawa dibalas nyawa