LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

DPRD DKI: Klaster Perkantoran Naik, Sinyal Warga Terdidik Abai Covid-19

Gilbert juga mengkritik sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap kondisi penularan Covid saat ini. Menurutnya, Anies lebih menonjolkan aktivitas remeh seperti bertandang ke luar kota untuk menandatangani kontrak kerjasama pertanian, pembangunan tugu sepeda, dan sebagainya.

2021-04-26 15:16:17
Corona di Indonesia
Advertisement

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengingatkan masyarakat tentang urgensi protokol kesehatan. Hal ini seiring klaster penularan Covid-19 di perkantoran meningkat.

Dia menuturkan, tingginya kasus di perkantoran merupakan indikasi masyarakat telah abai dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

"Klaster perkantoran memberi sinyal bahwa kalangan terdidik juga mulai abai, dan vaksin Sinovac yang diberi tidak menjamin orang yang sudah divaksin kebal," katanya di Jakarta, Senin (26/4).

Advertisement

Gilbert juga mengkritik sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap kondisi penularan Covid saat ini. Menurutnya, Anies lebih menonjolkan aktivitas remeh seperti bertandang ke luar kota untuk menandatangani kontrak kerjasama pertanian, pembangunan tugu sepeda, dan sebagainya.

Dia mengingatkan Anies agar fokus mengantisipasi dampak mutasi varian baru dari Covid-19.

"Isu terbaru yang bisa tidak terkendali adalah masuknya virus Covid yang sudah mutasi, dan blm tentu aman dengan vaksinasi Sinovac, dan ini juga baru diberi pada sekitar 1,5 juta orang di DKI," tandasnya.

Advertisement

Mengutip informasi yang dipublikasi Pemprov DKI melalui akun instagram @dkijakarta, pada periode 12-18 April terjadi peningkatan jumlah kasus dari perkantoran.

Pada periode tersebut, dari tracing terhadap 177 perkantoran, Dinas Kesehatan mencatat 425 kasus baru. Jika dibandingkan dengan periode 5-11 April, angka ini meningkat, dari tracing 78 perkantoran ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak 157 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta kasus baru per 24 April sebanyak 1.014 kasus. Jumlah ini berdasarkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan rapid antigen.

Di Jakarta, untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 345.167. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 64.286. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 7 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.210 kasus.

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 404.167 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 390.334 dengan tingkat kesembuhan 96,6 persen, dan total 6.623 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,4 persen sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Baca juga:
Cegah Covid-19 Baru, Satgas Pusat Minta Daerah Karantina Ketat WNI dari Luar Negeri
Diduga Tertular dari Petugas, Belasan Napi dan Sipir Lapas Jember Positif Covid-19
Satgas Covid-19: Mobilitas Penduduk Menggunakan Kereta Api Cukup Tinggi
Virus Corona Varian Mutan Ganda India Diduga Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
Menteri Teten: Saat ini Belanja itu Ibadah
Rasa Abai Dinilai Bisa Hancurkan Upaya Keluar dari Pandemi Covid-19
Jumlah Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet per 26 April

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.