DPRD DKI: Jalur Sepeda Cikal Bakal Transportasi Ramah Lingkungan
Anggota DPRD DKI Gembong Warsono menyebut patut diakui bahwa kehadiran jalur sepeda mengurangi luas jalan-jalan bagi transportasi lain, seperti kendaraan pribadi. Namun, tidak boleh dilupakan alasan dan tujuan mendasar kehadiran jalur sepeda sebagai bagian dari rencana besar DKI memperkuat transportasi ramah lingkungan
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menanggapi usulan pembongkaran jalur sepeda Sudirman-Thamrin. Dia meminta agar hal yang harus diperhatikan yakni alasan mendasar hadirnya jalur sepeda tersebut.
Menurut dia, hadirnya jalur sepeda Sudirman-Thamrin mesti dilihat dalam konteks yang lebih luas. Sebagai bagian dari rencana besar Jakarta mendorong penggunaan alat transportasi ramah lingkungan.
"Jalur sepeda ini kan cikal bakal menuju ke arah transportasi ramah lingkungan. Arahnya kan ke sana. Kita memberikan fasilitas kepada warga Jakarta untuk menggunakan sepeda dengan jalur khusus. Supaya ada jaminan keamanan, jaminan kenyamanan bagi pengguna," kata dia saat dihubungi, Jumat (18/6).
Menurut dia, hal itulah yang menjadi dasar lahirnya jalur sepeda Sudirman-Thamrin. "Filosofinya ke depan ini kan kita akan menciptakan transportasi yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah hadirnya sepeda sebagai alat transportasi," ujar dia.
Menurut dia, patut diakui bahwa kehadiran jalur sepeda mengurangi luas jalan-jalan bagi transportasi lain, seperti kendaraan pribadi. Namun, tidak boleh dilupakan alasan dan tujuan mendasar kehadiran jalur sepeda sebagai bagian dari rencana besar DKI memperkuat transportasi ramah lingkungan.
"Bahwa sekarang hadirnya jalur sepeda itu akan mengurangi luasan jalan bagi kendaraan pribadi, itu kita akui. Itu betul. Tetapi arah ke depan kan memang kita mengarah ke transportasi ramah lingkungan. Karena polusi udara di Jakarta memang sangat mendekati buruk. Kalau kita bertahan pada kondisi seperti saat ini, lambat laun polusi udara Jakarta makin buruk," ungkap dia.
Yang harus dilakukan ke depan oleh Pemprov DKI, lanjut dia, adalah memperkuat transportasi umum yang menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
"Pemprov perlu menghadirkan alat transportasi massal yang menjamin kenyamanan, keselamatan, dan sebagainya. Kalau dua hal itu sudah tersedia dengan baik, maka masyarakat Jakarta lambat laun akan berpindah pada transportasi ramah lingkungan tadi," ujar dia.
"Sehingga untuk apa kita bermacet-macetan di Jalan Sudirman-Thamrin, toh transportasi massal sudah baik. Untuk apa bermacet-macetan kita menggunakan kendaraan pribadi naik sepeda nyaman, aman kok. Arahnya akan ke sana," tandas dia.
Baca juga:
Anies Soal Jalur Sepeda Dibongkar: Kita Fokus Penanganan Covid-19
Soal Pembongkaran Jalur Sepeda, Politisi Golkar Tunggu Hasil Kajian Polisi
VIDEO : Kapolri Listyo Setuju Bongkar Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin
Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Akan Dibongkar
DPRD DKI Fraksi PAN Nilai Rencana Pembongkaran Jalur Sepeda Tidak Bijak