LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Djarot kaget ada pasukan oranye diskors karena ikut kampanye

Peran Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sangat penting untuk memberikan pencerahan dan penjelasan terkait kebenaran keterlibatan PNS dalam kampanye pasangan calon kepala daerah.

2016-11-24 16:47:07
Pilgub DKI
Advertisement

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat kaget mendengar informasi adanya petugas Pelayanan Prasarana Dan Sarana Umum (PPSU) diskors oleh kepala dinas kebersihan karena terlihat ikut serta dalam kampanye salah satu calon gubernur dan wakil gubernur beberapa waktu lalu.

"Saya membaca statement, pernyataan dari kepala dinas kebersihan. Bahwa itu digerakkan oleh tim sukses," ucap Djarot kepada awak media di Jalan KS Tubun II, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (24/11).

Menurutnya, dengan temuan ini peran Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sangat penting untuk memberikan pencerahan dan penjelasan.

Advertisement

"Maksud saya, inilah pentingnya ada panwas, maupun bawaslu kalau ada temuan seperti ini mesti di tindaklanjuti supaya mereka-mereka yang diskorsing tidak ada menjadi korban. Kan mereka korban, siapa yang mengajak," lanjutnya.

Djarot menambahkan, walaupun tidak ada pengaduan, menurutnya temuan seperti itu harus ditelusuri.

"Oleh karena itu panwas, meskipun tidak ada pengaduan tapi ini kan temuan harus ditelusuri, dipanggil. Kayak kemarin, temuan pak Walikota (Jakarta Barat) bertemu saya di pak haji Saman, itu ada pengaduan, itu kan baru. Meskipun tidak ada pengaduan kan harus ditindaklanjuti," katanya.

Advertisement

Sebelumnya, pasukan oranye dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta diduga ikut berpolitik mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Yudhoyono dan Sylviana. Nasib mereka kini terancam dapat sanksi atas tindakan itu.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menjelaskan para pasukan oranye merupakan tenaga kerja kontrak. Adapun sanksi diberikan, yakni dinonaktifkan hingga kontrak habis.

"Saya kira itu yang akan kita berika sanksi. Sanksinya enggak ringan terpaksa skorsing tanpa gaji sampai akhir kontrak," kata Sumarsono di Balai Kota, Kamis (24/11).

Menurut Sumarsono, bukti berupa foto sudah diterimanya. Dari bukti itu, terdapat 60 orang diduga berkampanye buat Agus-Sylvi. Mereka diduga terlibat itu kini tengah diperiksa pihaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji membenarkan bahwa ada pasukannya ikut kampanye. Menurut dia, anak buahnya ikut kampanye lantaran didalangi seseorang diketahui berasal dari tim sukses Agus-Sylvi. Orang itu, kata dia, juga pernah dipecat pihaknya lantaran pernah memotong uang pasukan oranye,

"Di datengin sama mantan orang kebersihan yang udah kita pecat karena kasus motong uang PHL, dia timses nomor satu. Dia datang tiba-tiba naik alat berat saya tangannya ngacung begitu dan ada spanduknya, saya langsung lapor," kata Isnawa.

Baca juga:
Pasukan oranye ketahuan ikut kampanye Agus-Sylvi terancam dipecat
Ahok tak tahu ada pasukan oranye dukung Agus-Sylvi
Kronologi pasukan oranye diduga ikut kampanye versi Kadis Kebersihan

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.