Ahok tak tahu ada pasukan oranye dukung Agus-Sylvi
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengetahui adanya Pasukan Oranye dari Dinas Kebersihan DKI berpolitik. Sehingga menyebabkan mereka terancam akan dinonaktifkan hingga masa kontrak habis.
Sebelumnya, Pasukan Oranye diduga berpolitik dengan mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
"Saya enggak tahu," kata Basuki atau akrab disapa Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Mantan Bupati Belitung Timur ini memutuskan, menyerahkan perkara tersebut kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. Mengingat saat ini dirinya tengah cuti untuk melakukan kampanye sebagai kandidat di Pilkada DKI 2017 mendatang.
"Saya enggak bisa ikut campur," tutup Ahok.

Isnawa Adji ©2016 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
Sebelumnya diberitakan, Pasukan oranye dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta diduga ikut berpolitik mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Yudhoyono dan Sylviana. Nasib mereka kini terancam dapat sanksi atas tindakan itu.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menjelaskan para pasukan oranye merupakan tenaga kerja kontrak. Adapun sanksi diberikan, yakni dinonaktifkan hingga kontrak habis.
"Saya kira itu yang akan kita berika sanksi. Sanksinya enggak ringan terpaksa skorsing tanpa gaji sampai akhir kontrak," kata Sumarsono di Balai Kota, Kamis (24/11).
Menurut Sumarsono, bukti berupa foto sudah diterimanya. Dari bukti itu, terdapat 60 orang diduga berkampanye buat Agus-Sylvi. Mereka diduga terlibat itu kini tengah diperiksa pihaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji membenarkan bahwa ada pasukannya ikut kampanye. Menurut dia, anak buahnya ikut kampanye lantaran didalangi seseorang diketahui berasal dari tim sukses Agus-Sylvi. Orang itu, kata dia, juga pernah dipecat pihaknya lantaran pernah memotong uang pasukan oranye,
"Di datengin sama mantan orang kebersihan yang udah kita pecat karena kasus motong uang PHL, dia timses nomor satu. Dia datang tiba-tiba naik alat berat saya tangannya ngacung begitu dan ada spanduknya, saya langsung lapor," kata Isnawa.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya