Djarot ingin Sevel jual hasil UMKM dengan sistem titip barang
Jadi dititipkan pagi, sore sudah bisa dibayar dan dihitung berapa yang laku.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ingin memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah. Caranya dengan menitipkan barang-barang produksi mereka di mini market.
Saat bertemu Direktur PT Modern Sevel Indonesia Hendri Honoris, Djarot menceritakan kisah ibundanya yang berjualan makanan. Dia mengatakan, sistem yang digunakan saat itu adalah menitipkan dagangan ke warung-warung.
"Ibu saya jual makanan terus dititipkan, tapi pembayarannya setiap hari. Jadi dititipkan pagi, sore sudah bisa dibayar dan dihitung berapa yang laku saja. Sisanya dibawa pulang," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/1).
Mantan wali kota Blitar ini mengharapkan, pihak 7-Eleven dapat menerapkan tersebut. Tetapi memang ada kendala dalam sistem yang diterapkan saat ini. Sehingga UMKM tidak dapat menitipkan barang mereka.
"Kesulitannya adalah sistem modern dan konsinyasi itu yang membuat sulit. Tapi apa mungkin diterapkan di Sevel? Soalnya bisa membantu perkembangan UMKM," ujarnya.
Hendri yang mendengarkan cerita itu menyepakati usulan tersebut. Dan menunggu gebrakan yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Namun Djarot mengharapkan, sistem pembayaran dapat dilakukan dalam jangka waktu singkat. Sebab tidak semua UMKM dapat menunggu lama perputaran roda ekonominya.
"Kalau pengusaha besar okelah. Kalau pengusaha kecil gimana, modalnya terbatas," tutupnya.
Baca juga:
Wagub Djarot: Ngapain anak muda nongkrong sampai malam di Sevel?
Pada Djarot, manajemen 7 Eleven akui banyak gerainya tak berizin
Djarot akan evaluasi BUMD DKI yang dapat suntikan modal Rp 5,6 T
Gerindra DKI apresiasi Ahok hentikan PT JM bangun monorail
Mulai tahun 2017, Ahok larang mobil usia 10 tahun masuk Jakarta
PPP dan PAN sebut RAPBD 2015 yang diajukan Ahok tak pro rakyat
Ahok sodorkan dua opsi untuk APTB