LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Disemprot pulau berdempetan, Agung Sedayu klaim tiru di Eropa

Pengembang janji bakal membuat dua pulau terpisah, namun lebarnya tak seperti yang diminta pemerintah 300 meter.

2016-05-04 14:17:38
Reklamasi Teluk Jakarta
Advertisement

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta pengembang PT Kapuk Naga Indah membuat jarak antara Pulau C dan Pulau D sejauh 300 meter. Sebab dalam aturan dan Amdal yang diserahkan, dua pulau itu digambarkan terpisah oleh kanal.

Namun, Direktur III PT Kapuk Naga Indah, Nono Sampono, berdalih penyatuan dua pulau ini hanya sementara untuk memperkokoh daratan yang telah terbentuk saat ini. Meski demikian, mereka siap membongkar sebagian daratan untuk dibuat kanal.

"Iya, kami akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Ini masalah teknis. Kami menganut mahzab Eropa, kita lekatkan sementara. Jadi ini sementara. Nanti akan dipisah," kata Nono di Pulau Reklamasi, Jakarta Utara, Rabu (4/5).

Namun, Nono mengungkapkan, kanal pemisah dibuat antara Pulau C dan Pulau D bukan 300 meter, melainkan hanya 100 meter dengan kedalaman 8 meter.

"Jadi itu kajiannya bervariatif. Dari 17 pulau memang ada yang seperti itu. Ada yang 300, 200 ada yang 100 meter. Di sini kebagian karena tidak ada perkampungan di belakang, lahan cukup bagus kurang lebih ada 120-150," tutur Nono.

Nono menjelaskan, kajian dari Dannish Hydraulic Institue (DHI) aturan yang dimaksud berdasarkan ketentuan yang dulu tidak ada. Namun, saat ini pulau D diharuskan membuat kanal yang dimaksud dengan lebar sekitar 100-150 meter.

"Kita kebagian antara 100-150, itu kanalnya dan batas belakang. Jaraknya 100-200," ujar Nono.

Nono melanjutkan, kedua pulau memang seharusnya terpisah. Namun karena mengikuti gaya di Eropa, kedua pulau itu disatukan terlebih dahulu.

"Ya kan pulaunya pertama terpisah, secara teknis kalau kepisah baru 30 persen itu. Tanahnya dari bawah, kita ambil mashab dari Eropa kalau Cina kan 1 tahun langsung dia bangun. Kalau kita tunggu 3 tahun proses pemadatan lebih bagus baru. Konsultan dari Belanda," terang Nono.

Nono mengatakan, progres pengerjaan reklamasi telah selesai dilakukan. Namun jika kedua pulau itu dipisahkan, maka proyek Pulau C baru rampung 30 persen.

"Ini sudah 100 persen semua nih, cuman nempel dua pulau ini, pulau D 100 persen, pulau C baru 30 persen tapi tanahnya sudah matang karena sudah 3 tahun," kata Nono.

Terkait pengerukan lahan untuk dibuat kanal, Nono mengaku akan langsung mengeksekusi setelah surat perintah dan administrasi lainnya selesai dibuat. Namun pengerjaannya akan memakan waktu hingga 6 bulan.

"Kalau suratnya sudah turun, hari ini juga akan kami lakukan pengerukan untuk membuat kanal," tandas Nono.

Baca juga:
Penampakan bangunan megah hiasi pulau reklamasi Teluk Jakarta
Membangun tanpa IMB di Pulau C dan D, ini pembelaan Kapuk Naga Indah
Melihat lebih dekat luasnya reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta
Menteri Siti tanya IMB di reklamasi, Ahok klaim tak pernah terbitkan
Ahok bersama tiga menteri tinjau pulau reklamasi bermasalah
Gebrak meja, Menko Rizal bilang 'Podomoro jangan sok jagoan di sini'
Menko Rizal: Tangan saya gatal kepret penolak moratorium reklamasi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.