Datangi DPRD, warga Kalijodo minta dipertemukan dengan Ahok
Mereka ingin bertanya pada Ahok terkait langkahnya menertibkan Kalijodo.
Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan surat peringatan (SP) 1 untuk warga Kalijodo agar segera membongkar sendiri hunian mereka. Sebelum surat pembongkaran terbit, sejumlah warga yang menolak digusur mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta.
Kuasa Hukum warga Kalijodo, Razman Arif Nasution mengatakan, tujuan kedatangan warga Kalijodo ingin berdialog dengan pimpinan DPRD DKI agar mau menjadi fasilitator pertemuan dengan pihak Pemprov DKI.
"Kami ingin DPRD panggil SKPD, panggil Ahok, bagaimana penyelesaian ini. Supaya warga Kalijodo dapat diterima, mereka juga manusia," kata Razman saat ditemui di lokasi, Jumat (19/2).
Dilanjutkannya, aksi yang dilakukan ini adalah inisiatif dari warga dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Razman juga menjamin warga tidak akan bertindak represif dan tetap menjaga ketertiban.
"Warga tidak bisa hanya menunggu pemberitahuan. Saya sudah imbau mereka tidak anarkis," jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini 7 orang perwakilan warga Kalijodo didampingi Razman bertemu dengan pimpinan DPRD DKI untuk memohon audiensi terkait langkah penertiban yang dilakukan Pemprov DKI.
Baca juga:
Keluhkan lokasi rusun dari Ahok, warga Kalijodo geruduk kantor DPRD
Aksi Daeng Aziz intimidasi warga Kalijodo bikin wali kota berang
Tolak digusur, ratusan warga Kalijodo datangi Gedung DPRD DKI
Malam-malam, Kombes Krishna pimpin razia di lokalisasi Kalijodo
Razia di Kalijodo, Kombes Krishna sambangi kafe milik Daeng Aziz
Kombes Krishna: Kalijodo daerah yang tidak beradab!
Warga menolak, Krishna Murti ancam ratakan rumah Daeng lebih dulu