Cerita Sahroni Minta Erick Thohir jadi Sponsor Formula E, Tapi Belum Direspons
Sahroni menyampaikan, pihaknya telah menemui Menteri BUMN, Erick Thohir pada 9 Mei untuk mengajukan proposal. Namun hingga saat ini belum mendapatkan respons.
Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi bagian dari sponsor Formula E. Hingga pengumuman daftar sponsor yang disampaikan panitia, belum ada informasi BUMN sebagai sponsor.
"Saya dan tim penyelenggara berharap banget BUMN sponsor, belum ada (BUMN menjadi sponsor Formula E)," kata Sahroni di Kawasan Ancol Jakarta Utara, Kamis (19/5).
Sahroni menyampaikan, pihaknya telah menemui Menteri BUMN, Erick Thohir pada 9 Mei untuk mengajukan proposal. Namun hingga saat ini belum mendapatkan respons.
"Sudah, langsung ke menteri BUMN, Pak Erick Thohir, sudah ngadep juga tanggal 9 Mei, habis Presiden dateng hari Kamis, Senin gue ngadep Pak ET (Erick Thohir) sampaikan proposal, sampai hari ini belum ada feedback," ujarnya.
Panitia memaparkan perusahaan yang menjadi sponsor Formula E Jakarta, meski belum dapat mempublikasi entitas perusahaan tersebut. Ada delapan perusahaan tersebut yang digadang-gadang menjadi sponsor Formula E Jakarta.
Mereka adalah bank lokal, bank nasional, perusahaan telekomunikasi, perusahaan listrik, perusahaan makanan dan minuman, perusahaan bidang kesehatan, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan otomotif.
Terdapat bank dalam daftar sponsor tersebut. Hanya saja, Sahroni memastikan belum ada bank di bawah naungan BUMN menjadi sponsor agenda ini.
"Belum ada. BUMN kan bank pelat merahnya gede-gede ada Mandiri, BNI, BRI, itu belum," kata dia.
Vice Managing Director Formula E, Gunung Kartiko menyampaikan, informasi tentang sponsor akan disampaikan secara berkala. "Minggu depan kita akan sampaikan kembali," ujar Gunung.
Jika sponsor Formula E belum ada publikasi, panitia pelaksana mengumumkan bahwa kursi untuk kategori VVIP sudah laku terjual lebih dari 50 persen dari jumlah total 1.500 kursi.
Kemudian untuk kategori VIP, dari total 1.050 sudah habis terjual. Grandstand, dari 10.000 kursi yang disediakan sudah 70 persen terjual. Dan kategori Ancol festival, 40.000 sudah 15 persen terjual.
"Festival sampai saat ini 15 persen dari sini kita bisa melihat bahwa yang beli tiket tidak hanya dari masyarakat Indonesia, 50 persen lebih dari warga negara asing sehingga itu diharapkan bisa membawa devisa," jelas Gunung.
(mdk/ray)