LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Bukan Gara-Gara Arus Mudik, Ini Pemicu Lonjakan Omicron BA.4 di DKI

Sementara saat ini, tidak ada kenaikan sama sekali pada hari ke-27 hingga 34 usai Lebaran Idulfitri 2022. Justru kenaikan terjadi pada hari ke-40 setelah Lebaran.

2022-06-13 16:21:54
varian omicron
Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kenaikan kasus Covid-19 nasional saat ini bukan disebabkan mudik Lebaran Idulfitri 2022. Melainkan dipicu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Jadi kita konfirm bahwa kenaikan ini memang dipicu adanya varian baru," katanya dalam konferensi pers, Senin (13/6).

Menurut Budi, kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini sama seperti negara lain. Bila muncul varian baru, maka kasus Covid-19 meningkat.

Advertisement

"Jadi setiap kali ada kenaikan varian baru, itu naik," ucapnya.

Klaim Budi bahwa kenaikan kasus Covid-19 tak berkaitan dengan tradisi mudik merujuk pada pengalaman sebelumnya. Berkaca pada Natal dan Lebaran tahun lalu, kenaikan kasus yang dipicu mudik terlihat pada hari ke-27 sampai 34.

Sementara saat ini, tidak ada kenaikan sama sekali pada hari ke-27 hingga 34 usai Lebaran Idulfitri 2022. Justru kenaikan terjadi pada hari ke-40 setelah Lebaran.

Advertisement

Saat ini, terdeteksi delapan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Tiga di antaranya merupakan imported case (kasus impor) atau dibawa pelaku perjalanan luar negeri, sementara sisanya transmisi lokal.

Kasus impor ini masuk ke Indonesia saat perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali pada Mei lalu. Dia kemudian menulari salah satu awak media yang meliput GPDRR.

Budi mengatakan pascatemuan kasus Omicron BA.4 dan BA.5, pemerintah melakukan pemantauan. Hasil monitoring sementara, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali.

Meski demikian, secara nasional, situasi Covid-19 masih terkendali. Bila melihat tiga indikator pengendalian Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia berada pada level transmisi pertama.

Tiga indikator tersebut ialah pertama, kasus konfirmasi positif masih kurang dari 20 per minggu per 100.000 penduduk. Kedua, positivity rate kurang dari 5 persen. Ketiga, angka reproduksi efektif di angka 1.

"Kita masih di angka 1,36 persen. Reproduksi efektif itu juga dikasih standar (oleh WHO) di atas 1 yang perlu dimonitor, kita di angka 1," katanya.

Baca juga:
Muncul Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Tetap Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka
Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Terjadi Pertengahan Juli 2022
Menkes: Transmisi Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Terjadi di Jakarta
Pakar Jelaskan Omicron BA.4 dan BA.5 Cepat Menular, Tapi Tak Sebabkan Penyakit Berat
Ada Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah Minta Prokes Tetap Ketat dan Segera Booster
Pakar Minta Pemerintah Jelaskan Pola Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.