BNN dilibatkan cek kesehatan bakal calon Pilgub DKI
Mekanisme pemeriksaan kesehatan sedang dibahas namun rencananya di RS Polri.
Pilkada serentak tahap kedua akan digelar Februari 2017 mendatang. Salah satu yang bakal melakukan Pemilihan Gubernur adalah Provinsi DKI Jakarta.
Mencegah lahirnya seorang kepala darah pemadat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada bakal calon kepala daerah yang ikut pemilihan.
"BNN nanti akan dilibatkan dalam pemeriksaan kesehatan bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Jadi nanti calon gubernur akan mengikuti proses itu," kata Kepala Humas BNN, Slamet Pribadi, kepada wartawan di Gedung BNN, Selasa (12/4).
Detailnya seperti apa, dia belum bisa menjelaskan. Saat ini, kata dia, mekanisme pemeriksaan kesehatan sedang dibahas.
"Belum, itu sedang dibicarakan antara KPU dan BNN. Kita tunggu dulu proses pembicaraan antara BNN dan KPU saja. Intinya seperti masyarakat umum lainnya. Kita periksa urin, darah, dan rambut. Belum tentu, pemeriksaan bisa tiga, bisa satu, atau dua pemeriksaannya. Namun untuk cagub nanti kita lihat saja. Kita belum tahu pemeriksaannya apa saja," tuturnya.
Dia menjelaskan dalam kepentingan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan adalah tes darah dan rambut. "Kalau misalnya untuk kepentingan laboratorium, maka rambut dan darah. Kalau perlu yang cepat itu tes urin," tutupnya.
Baca juga:
Ditolak BNN, Wanita Emas dirujuk tes urine ke RS Polri
Budi Waseso minta kader PDIP jadi kepanjangan tangan BNN
Tes narkoba, rambut ketiak salah satu perwira TNI sampai dicabut
TemanAhok sukses kumpulkan KTP, Ahok makin pede maju independen
Sudah 5 orang daftar bakal cagub DKI dari Demokrat, termasuk Yusril
Pilgub DKI, Golkar wacanakan usung Idrus Marham atau Azis Syamsuddin