Bermasalah, Dishub DKI ancam tidak bayar kontraktor busway
Mesin dan casis bus bermasalah itu diimpor dari China, Namun dirakit di Indonesia.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB). Apabila terbukti ada kesalahan, maka Dishub DKI berhak untuk mengembalikan bus-bus yang datang ke pihak kontraktor.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan saat ini belum dilakukan serah terima 346 BKTB dari kontraktor kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena BPK masih mengaudit permasalahan pengadaan bus tersebut. Adapun 18 bus yang sudah digunakan merupakan tahap percobaan.
"Iya kalau hasil auditnya dari BPK tidak layak jalan di Jakarta ya dikembalikan lagi kepada kontraktor. Karena kan belum ada serah terima. Tapi bukan dikembalikan semuanya. Jadi kalau hasil audit komperhensif tidak bisa kita terima ya tidak kita terima. Karena kita sampaikan kepada mereka sebatas uang muka kerja sebanyak 20 persen," ujar Syafrin di Balaikota, Kamis (5/3).
Menurut Syafrin, bus-bus tersebut semuanya dirakit di Indonesia. Hanya saja, mesin dan rangkanya berasal dari China. Sedangkan untuk karoseri dan interior di dalamnya menggunakan karoseri dalam negeri. Ada lima perusahaan yang membuat karoseri untuk BKTB itu sendiri.
"Seluruh karoseri bus buatan Indonesia. Chasis enginenya dari China merek Ankai," pungkas dia.
Baca juga:
Ini alasan Dishub DKI datangkan bus Transjakarta dari China
KPK masih kumpulkan bahan terkait dugaan korupsi Transjakarta
Ketimbang beli bus dari China, Ahok pilih rakit sendiri
KPK mulai selidiki kasus pengadaan bus BKTB
Ahok ngaku baru dengar merek bus Zhong Tong dan Wei Chai