LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Atasi Kualitas Udara Buruk, Pemprov DKI Berencana Bikin Hujan Buatan

Penjelasan BMKG, katanya, saat panas seperti saat ini partikel-partikel yang dihasilkan aktivitas di kot, mulai dari kendaraan ataupun industri akan menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga dengan adanya musim kemarau itu menimbulkan efek inversi di atmosfer.

2019-07-03 16:18:02
pencemaran lingkungan
Advertisement

Kualitas udara Jakarta terpantau buruk dari sejak beberapa waktu terakhir. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut selalu satu sebab kualitas udara buruk di Jakarta sedang buruk akibat kontribusi dari musim kemarau.

Pemprov DKI Jakarta sedang berputar otak mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan membuat hujan buatan agar partikel polusi di atmosfer berkurang.

Namun demikian, rencana itu masih butuh pembahasan lebih jauh dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebab Pemprov DKI Jakarta belum pernah menerapkan teknologi hujan buatan sebelumnya.

Advertisement

"Tapi pemda DKI tidak punya keahlian dan resource tentang itu," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Wahir, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/7).

Sebenarnya, kata Andono, pihaknya sudah menggelar rapat dengan BPPT dan BMKG. Salah satu pembahasan juga menyangkut kondisi kualitas udara Jakarta yang bertepatan dengan musim kemarau.

"Ternyata sekarang lagi el nino, memasuki periode el nino prediksinya sampai tiga bulan ke depan akan panas terus enggak ada hujan," ucapnya.

Advertisement

Penjelasan BMKG, katanya, saat panas seperti saat ini partikel-partikel yang dihasilkan aktivitas di kot, mulai dari kendaraan ataupun industri akan menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga dengan adanya musim kemarau itu menimbulkan efek inversi di atmosfer.

"Kalau ada hujan lapisan ini terbuka kan kaya dicuci lah kotoran. Kaya kita misalkan baju kalau kena air kan kotorannya bisa hilang. Kalau kotoran di udara kena hujan itunya juga hilang menjadi lebih bersih," papar dia.

Karena hal itu, dia mengimbau agar masyarakat mengurangi asap kendaraan bermotor dengan beralih menggunakan transportasi publik. Sebab, kondisi yang dialami di Ibu Kota tengah dirasakan oleh masyarakat seluruh dunia.

"Kalau angkutan umum selalu ada misalkan busway koridor, yaudah di situ aja enggak usah bawa mobil sendiri karena emisinya sudah ditanggung di buswaynya. Sudah ada MRT, ayo warga DKI kitw kurangi asapnya," jelas Andono.

Baca juga:
Anies Sebut Kemarau Perburuk Kualitas Udara, Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup
Aktivis Lingkungan Angkut 40 Ton Sampah Plastik dari Samudera Pasifik
Tanggapan Pengusaha Mobil Tentang Polusi Udara Jakarta Terburuk Dunia
Anies Sebut Kemarau Berkontribusi Terhadap Polusi Udara di Jakarta
Langit Kelabu Jakarta Tanda Kualitas Udara Tidak Sehat
Atasi Polusi Akibat Kendaraan, Anies Ingin Jakarta Kembali ke 1998
Aktivis Lingkungan Geruduk Kedubes Jepang

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.