Ahok: Yang dikritik Presiden bukan DKI, tapi daerah penerima DAU
Ahok menilai teguran dari Presiden kemarin adalah untuk memacu daerah lain.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, kritikan Presiden Joko Widodo tentang kas DKI yang masih Rp 13,9 triliun hanya sebagai sindiran. Sebab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak pernah menerima Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat.
"Kemarin ada salah pada kolom. Sebetulnya yang dikritik Presiden itu adalah daerah yang biasanya terima DAU. Kalau DKI tak pernah dapat DAU," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/8).
Menurutnya, teguran dari Presiden kemarin untuk memacu daerah lain. Ibu Kota yang tidak mendapatkan DAU saja bisa mendapatkan teguran dari Presiden, begitu juga daerah yang menerima.
"Presiden itu dia mau kasih tunjuk. 'Hey, Jakarta saja gue tegur lho'. Padahal presiden tahu DKI tidak terima DAU. Jadi yang ditegur itu daerah yang terima DAU semua lho," terang mantan Bupati Belitung Timur ini.
Padahal, kata Basuki atau akrab disapa Ahok, DAU sudah dikirimkan kepada daerah sejak jauh-jauh hari. Namun daerah dinilai kurang cepat dalam melakukan penyerapannya. Penyerapan anggaran dinilai penting karena untuk meningkatkan perekonomian warganya.
"Ini kan ada cashflow. Kalau kamu belum butuh duit, kalau kamu baru butuh pakainya bulan September-Oktober, ya sudah nanti saja gue kirim duit loe. Supaya duitnya ini jangan nyesekin kami sendiri," tutupnya.
Baca juga:
Ganjar sindir Ahok: Kalau cuti itu kursinya yang dudukin bukan setan
Saat PDIP bandingkan kinerja Ahok dan Risma
Ahok ingin ada peninggalan selama jadi Gubernur DKI
Politisi PDIP: Ahok enggak usah berlagak pintar!
Judicial review, Ahok harus tempatkan diri sebagai calon gubernur