Ahok yakin proyek LRT takkan mangkrak seperti Monorel
Keyakinan Ahok salah satunya setelah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dirinya yakin jika pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) akan mampu diselesaikan, dan tidak bernasib seperti monorel, yang mangkrak di tengah jalan.
Ahok menjelaskan, sejak dirinya dan Joko Widodo dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur, keduanya sudah sepakat akan membangun transportasi massal. Jokowi bahkan sudah ke Istana Negara untuk membicarakan rencana tersebut dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Sekarang beruntung. Pak Jokowi sudah ke sana (istana), rapat berapa kali (dengan Presiden SBY), kita udah ketemu formula, nah saya kira udah cocok," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (9/9).
Ahok menjelaskan, pembangunan rel akan dikerjakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sementara untuk pengadaan kereta akan dilelang.
"Semua prasarana, relnya itu Pemda yang bangun, sama negara yang bangun. Nanti yang keretanya, baru dilelang, operasionalnya baru dilelang. Jadi kira-kira itu 30 persen lah, kita tanggung 70 persen," papar Ahok.
Seperti diketahui, PT Adhi Karya (Persero) Tbk resmi mulai membangun kereta api ringan atau light rail transit (LRT), yang ditandai dengan pemancangan tiang pancang (groundbreaking) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (9/9) pukul 09.00 WIB.
Tahap pertama proyek itu meliputi rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer. Sementara, tahap selanjutnya meliputi Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 kilometer.
Baca juga:
Presiden Jokowi jamin LRT tak akan mangkrak
Ahok tak ingin peletakan batu pertama LRT jadi batu nisan
Usai LRT, Jokowi pastikan resmikan proyek kereta Sulawesi dan Papua
Korsel bantu Pemkot Bandung bangun LRT Koridor II
Serba sembilan di peresmian proyek LRT Cibubur-Jakarta
Saat peresmian, Presiden Jokowi sindir SBY buat proyek LRT mangkrak
LRT Adhi Karya bisa angkut 24.000 penumpang per jam