Ahok yakin Pilgub Jakarta tak akan diganggu banjir
Ahok merasa yakin karena Pemprov DKI berhasil mencegah banjir pada Februari lalu.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku masih berupaya keras untuk mencegah musibah banjir kembali menghantui ibu kota. Apalagi, Jakarta akan menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang dilaksanakan pada Februari 2017 mendatang.
Meski demikian, mantan Bupati Belitung Timur ini mengklaim keberhasilannya mengantisipasi banjir. Hal itu terbukti pada Februari lalu, di mana ibu kota tidak lagi terjadi genangan air dengan ketinggian lebih dari 50 cm hingga mengganggu aktivitas warga.
"Ya itu memang kalau itu nasib kan, tapi Februari ini tahun kan enggak kan? Sekarang kalau sistem pompanya benar, enggak ada tanggul yang roboh, enggak dikerjain tanda kutip, harusnya enggak banjir gitu. Kamu lihat hampir semua kota di dunia sudah kena banjir, hampir semua kota loh hujan, di Indonesia juga hampir semua kota kena, kalau kita masalah saluran," terang Ahok alias Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (16/8).
Ahok menuturkan, saat ini Pemprov DKI terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir di Jakarta. Namun masih ada RT/RW yang menjadi oknum untuk menjegal upaya antisipasi banjir itu.
"Saluran sudah diurug tuh 1080-an tuh salurannya, diurug dibuat kios-kios dibuat rumah, rumah sewa petak. Nah itu kita lagi bongkar kita ikutin kan akhirnya mampet di mana nih genangan, kalau masih mampet pas di sini, kamu bilang di bawah pun tergenang kalau kita berani gali sampai tempat lebih bawah," papar Ahok.
Ahok melanjutkan, wilayah Jakarta selatan dari kondisi geografis berbentuk mangkok. Demi mencegah banjir, Pemprov DKI akan membuat saluran air untuk membuat jalan air.
"Selatan ada yang bentuknya mangkok, kalau kita bikin saluran ke arah laut pasti lebih rendah salurannya. Tinggal kita ukur pipa potong jalan aspal apa enggak," jelas Ahok.
"Ya bisa aja banjir (saat Pilgub), kalau misal dam jebol atau ada ROB. Tanggul kita baru 2,8 meter kalau ujan gede banget, terus ROB di atas 2,8 pompa enggak berfungsi ya Jakarta 40 persen tenggelam," tambah Ahok.
Meski demikian, Ahok mengaku tak ada kaitannya sabotase suara bila pada pilgub mendatang bila Jakarta banjir saat pilgub.
"Kekuasan kan Tuhan yang kasih Tuhan yang ambil. Kamu harus percaya satu kalimat itu tahu enggak. Mau binatang manusia semua Tuhan yang ciptakan. Jadi dia bisa kasih kepada siapa yang dia mau kasih. Namanya amanah kalau Tuhan mau kasih kita siapapun enggak bisa ambil. Kalau Tuhan kasih ke orang lain kamu juga enggak bisa cegah," tutup Ahok.
Baca juga:
Ahok minta lurah data tanah sengketa buat dialihfungsikan
Makna Kemerdekaan bagi seorang Ahok
Jika diusung PDIP, Ahok berharap Megawati pilih Heru jadi cawagub
Ahok: Bu Mega bilang Pak Ali Sadikin lebih kasar dari Ahok
Dituduh rasis, Taufik dukung Habiburokhman laporkan Ahok ke polisi