Ahok: Tender flyover di perlintasan KRL dibuka Januari
Ahok menargetkan pembangunan flyover dan underpass di perlintasan KRL selesai dalam 10 bulan.
Kecelakaan maut antara KRL dengan truk tangki Pertamina di perlintasan kereta api Pondok Betung, Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu membuat Pemprov DKI Jakarta ingin segera membangun underpass dan flyover di perlintasan kereta. Rencananya Januari 2014, tender sudah mulai digelar.
Namun, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku dilema bila pembangunan proyek tersebut dipercepat. Sebab, akan berimbas pada kemacetan di sekitar perlintasan tersebut.
"Yang masalah yang seperti Bintaro itu, itu akan ditutup total. Itu masyarakat bisa teriak. Itu yang membuat kenapa Pemprov tarik ulur untuk membuat underpass dan layang ini. Karena kalau bangunnya lebih cepat, kemacetan lebih tinggi. Tapi kalau pembangunan lama, kemacetan lebih longgar. Pembangunan cepat, bisa 10 bulan jadi, tapi itu perlu kita tutup supaya cepat jadi," ujar Ahok di Balai Kota, Senin (16/12).
Salah satu cara agar kemacetan dapat terurai di daerah itu, Ahok akan menyediakan bus. "Makanya kita kasih bus. kita paksa orang-orang untuk pindah ke bus. Satu bus bisa menggantikan sampai 100-an kendaraan," tandas Ahok.
Ahok berharap, proyek ini bisa segera ditender pada Januari mendatang. Targetnya selama 10 bulan. "10 bulan kalau nggak ada masalah ya," tandasnya.
Baca juga:
Jokowi tuding pemilik kontrakan bekingi warga Taman Burung
Disdik DKI bantah bocorkan soal dan jawaban lelang kepsek
Disebut tak manusiawi, Ahok tuding warga Pluit jago sandiwara
Jokowi masih selidiki laporan kecurangan lelang kepala sekolah
Ahok minta warga laporkan calo tanah kuburan