Ahok sebut satu anak sekolah habiskan uang Rp 800 ribu sebulan
Hal itu sudah termasuk ongkos transportasi, buku, makan, dan SPP sekolah di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan pengeluaran anak sekolah Jakarta sebulan di bawah sejuta. Hal itu sudah termasuk ongkos transportasi, buku, makan, dan SPP sekolah.
"Ini jelas satu orang hampir membutuhkan 800 ribu setiap bulan. Untuk ongkos jalan, makan, dan buku juga SPP-nya. Ini jadi masalah jika gaji UMP 2,4 juta dan punya 2 atau 3 anak pasti anaknya tidak sekolah," kata Ahok di Taman Monas Jakarta, Selasa (30/12).
Menurutnya warga berpendapatan kecil sulit mengenyam pendidikan berkualitas tak hanya persoalan dana, tetapi juga karena faktor internal sekolah. Ahok menilai banyak permainan yang dilakukan komite sekolah yang membuat diskriminasi dalam dunia pendidikan.
"Ada oknum komite sekolah. Banyak komite sekolah kita terdiri dari kelas menengah atas sebetulnya karena waktu di tes anak-anak pintar bergizi itu masuk negeri dan mau ngumpulkan uang satu, dua juta. Ada oknum komite bayar guru les dari luar, guru kita di suruh istirahat saja, 'Bu, punya gaji besar dan sertifikat yang ngajar guru les saja'," terang dia.
Tak hanya itu, jatah Kartu Jakarta Pintar (KJP) pun kadang tak tepat sasaran. Masyarakat lebih memilih menggunakan untuk keperluan yang tidak pokok dalam penggunaan jatah KJP tersebut.
"Ternyata kita mengalami orang yang tidak mampu juga ada oknumnya. Kita berikan KJP, begitu turun karena terlambat orangtuanya datang marah-marah ambil jatah ke bank lalu beli handphone dia," pungkas dia.
Baca juga:
Ahok: Anak tidak kursus & kurang gizi sulit masuk sekolah negeri
Ahok: Lebih baik belajar sama monyet daripada guru yang sesat
2 Januari, Ahok lantik besar-besaran ribuan pejabat DKI baru
Cak Imin sebut PKB akan gabung dengan FPI jika Ahok tak kerja
Ahok: Kalau bukan gubernur saya pilih tidur pas malam tahun baru
Ahok akan rayakan tahun baru di Monas dengan Menteri Pariwisata