Ahok: Lebih baik belajar sama monyet daripada guru yang sesat
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengingatkan agar guru-guru di Jakarta menjadi contoh yang baik bagi siswanya. Dia menilai, tak pantas jika orang yang berbuat kriminal atau moralnya tidak baik dalam kehidupan sehari-hari menjadi guru.
"Saya lebih baik tidak ada guru mengajar, saya belajar sama monyet saja, lebih solider daripada belajar sama guru yang menyesatkan. Lebih baik belajar sama monyet lebih solider kepada kelompok daripada guru yang menyesatkan generasi," kata Ahok dalam sambutannya di acara apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih yang Indah, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monas, Jakarta, Selasa (30/12).
Menurut dia, guru-guru pun harus menjaga sikap ketika sudah ke luar dari lingkungan sekolah. Mereka akan tetap menjadi contoh bagi anak-anak muda dalam pergaulan sehari-hari.
"Jangan-jangan, rumah-rumah bapak, ibu guru gotnya penuh sampah. Nanti jika ditemukan kepala dinas, guru-guru kita gang depan rumahnya penuh sampah saya kira dipecat saja jadi guru, itu bahaya," terang dia.
Menurutnya, guru yang tak peduli lingkungan akan berakibat pada anak didiknya. Guru yang merokok sembarangan pun layak untuk diberhentikan.
"Tentu (itu) memberikan teladan yang tidak baik, guru-guru yang merokok di kantor sekolah banyak, itu termasuk PNS kita. Kalau lama-lama merokok di ruangan AC harusnya dia tidak jadi guru," pungkas dia.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih yang Indah, Damai dan Anti Korupsi se- Jakarta di taman Monas Jakarta. Acara ini dihadiri ratusan guru dan siswa perwakilan sekolah dari wilayah Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya