Ahok sebut pompa Waduk Pluit rusak gara-gara disabotase
"Gila itu bahaya sekali," ucapnya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kaget saat mengetahui empat pompa air di Waduk Pluit, Jakarta Utara, tidak berfungsi karena korsleting. Bahkan pompa ini sudah tidak berfungsi sejak Januari lalu.
"Gila itu bahaya sekali. Saya baru denger. Itu mah sabotase," katanya di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/7).
Basuki atau akrab disapa Ahok menjelaskan, Waduk Pluit menjadi penopang pengendalian banjir dengan luas cakupan wilayah mencapai 32 hektar, termasuk Istana Negara.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, jika sampai pompa Waduk Pluit rusak maka tidak menutup kemungkinan Jakarta tenggelam. Sehingga dia menduga ada oknum yang sengaja melakukan sabotase terhadap pompa waduk di kawasan Jakarta Utara tersebut.
"Ini mah sabotase, kalau Waduk Pluit rusak, tenggelam Jakarta. Itu sudah kurang ajar. Itu tenggelam Jakarta, saya jamin. Kurang ajar namanya," tegasnya.
Ahok mengungkapkan, akan segera menginstruksikan Dinas Tata Air untuk menyelidiki sebab pasti kerusakan, "Mesti kita selidiki, audit kenapa bisa rusak," tutupnya.
Sebelumnya, Salah satu operator pompa Waduk Pluit Dedy Hadianto mengungkapkan, sudah ada beberapa pompa yang tidak beroperasi. Alasannya karena terjadi hubungan arus pendek. Padahal pompa ini berfungsi untuk membuang air dari waduk ke laut yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah pompa.
"Yang pompa tengah sudah beberapa bulan tidak difungsikan. Sepertinya kabel di bawah tanah korsleting karena sudah beberapa kali dicoba tetap tidak bisa berfungsi," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/7).
Pompa aliran tengah berkemampuan 4,3 meter kubik per detik. Kemampuan pompa ini lebih rendah dari pompa di sisi timur yang mencapai 5 meter kubik per detik atau di sisi barat yang mencapai 6 meter kubik per detik.
Baca juga:
Menko Rizal: Ahok jangan cengeng, masak semua harus ngadu ke Jokowi
Puluhan bangunan liar di Tanah Abang dirobohkan
Ahok segera gugat warga Bukit Duri yang tolak digusur
Ahok: Bung Karno tak pernah berpikir mobil akan begitu banyak di DKI
Ahok belum tuntaskan janji berikan warga gusuran tempat berdagang