Ahok: Prostitusi itu seperti manusia dan kotorannya sendiri
"Saat ini bisnis prostitusi merambah ke dunia online sehingga pengawasan akan lebih sulit dilakukan," kata Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kesulitan dalam mengatasi maraknya praktik prostitusi. Dia menganggap prostitusi itu mustahil diberantas selama masih ada manusia.
Dirinya bahkan mengibaratkan bak manusia dan kotorannya. Jika masih ada manusia, maka kotoran manusianya juga tidak akan pernah hilang dari bumi yang ditinggalinya.
"Kamu mau nggak kotorannya di mana-mana? Selama ada kotoran, walaupun tempatnya yang bersih namanya tetap taik toh," kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (20/4).
Ahok sendiri mengaku pernah mengusulkan membuka wilayah lokalisasi di DKI Jakarta. Namun ternyata usulnya itu tak urung memanen berbagai penolakan dari berbagai kalangan.
Merasa inovasinya tak ditanggapi baik oleh publik, maka mantan bupati Belitung Timur itu hanya bisa mengimbau wali kota dan perangkat camat serta lurahnya, untuk mengawasi rumah-rumah indekos di wilayah pemerintahannya masing-masing.
"Ibarat pelacuran itu kayak sampah masyarakat, selama ada masyarakat pasti produksi sampah, nah sampah itu tapi jangan di mana-mana dong harus dirapikan," ujar Ahok.
"Apalagi saat ini bisnis prostitusi merambah ke dunia online sehingga pengawasan akan lebih sulit dilakukan. Online lebih pusing lagi toh. Semua kos-kosan mesti diperiksa. Dia (wali kota) harus lebih tahu dari pada kita," pungkasnya.
Baca juga:
Ahok tak segan usir penghuni rusun yang tak sesuai nama pemilik unit
Fahira Idris: Ahok sedang cari celah agar bir dapat dijual mudah
Ahok soal APBD DKI: Saya enggak mau ribut lagi
Ahok: Daripada beli USB, mending beli tanah Rp 2 miliar
Ahok berpantun di pagelaran seni budaya Betawi
Di akhir masa jabatan, Ahok ingin berfoto pakai baju adat Betawi