Ahok pastikan pecat pengawas TPU Petamburan lakukan pungli
Ahok akan merombak besar-besaran PNS di Dinas Taman ke Dinas Perhubungan.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dibuat kesal dengan oknum PNS yang bertugas di Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan dan melakukan pungutan liar (pungli). Bahkan, Ahok sapaan Basuki mengancam akan memecat pengawas TPU Petamburan itu bila terbukti melakukan pungli.
Selain itu, Ahok mengaku akan memutasi PNS Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang melakukan pungli ke Dinas Perhubungan DKI.
"Semua staf di sana kita keluarkan pindah ke Dishub," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, (1/4).
Ahok tambah kesal saat mendengar penjelasan Kepala dinas yang mengatakan dari hasil penyelidikan pengawas TPU Petamburan, oknum tersebut menyebut permintaan pungutan itu hanya bercanda.
Atas kejadian ini, mantan politisi Gerindra ini mengaku akan melakukan bersih-bersih di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI. Dia menyebut akan menginstruksikan pihak inspektorat untuk mencari bukti praktik pungli lain.
"Ya kita kalau yang itu akan diberhentikan kalau terbukti kan inspektorat harus buktikan. Kita berhentikan banyak orang ini. Inspektorat proses ketemu berhentikan," tegasnya.
Seperti diketahui, Ahok menerima laporan Kepala Taman Pemakaman Umum (TPU) di Petamburan melakukan pungutan liar. Hal itu diketahui setelah sejumlah PNS menyamar menjadi warga.
Dalam penyamaran itu, PNS sempat merekam suara kepala TPU yang secara terang-terangan meminta uang. Kepala TPU meminta uang untuk kebutuhan cicilan mobil tiga bulan dan angsuran rumahnya selama dua bulan.
Rekaman suara kepala TPU saat melakukan pungli kemudian diperdengarkan di ruang rapat oleh Ahok.
Baca juga:
Ahok soal kasus Sanusi: Mungkin Raperda diurut-urut!
Teknisi tewas saat bersihkan AC, kabiro umum terancam dipecat Ahok
Ahok puji cara PSI beri dukungan dengan aplikasi GoAhok
Ahok: Organda kan payah minyak turun, enggak mau turun!
Ahok sindir Sanusi: Buktikan pajak kamu, baru pantas teriak-teriak
Ahok: Jam tangan dan mobil Sanusi miliaran semua
2 'Kesatria' Belitung bertarung jadi nomor satu di Jakarta