Ahok: Kalau menyulitkan lebih baik enggak ada sekda!
"Pak gubernur sudah kirim surat, sudah dikirim kemarin, saya sudah paraf kok," kata Ahok.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta merupakan posisi berpengaruh dalam lingkungan Pemprov DKI. Namun, apabila posisi Sekda malah menyulitkan kinerja Pemprov DKI, maka lebih baik posisi itu dihilangkan.
Seperti diketahui, Ahok kesal dengan Plt Sekda Wiriyatmoko lantaran mempersulit penerimaan bus-bus hibah dari tiga perusahaan swasta yaitu PT Telkomsel, PT Roda Mas dan PT Ti-phone. Ahok menduga Wiriyatmoko menjadi salah satu penghambat lambannya bus hibah diterima Pemprov DKI. Padahal, Pemprov DKI saat ini membutuhkan banyak bus transportasi untuk mengurangi kemacetan dan mengalihkan pengendara pribadi ke transportasi massal.
"Kalau sekda pasti berpengaruh dong, tapi kalau sekda yang menyulitkan lebih baik enggak ada sekda," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (28/3).
Ahok menegaskan posisi sekda DKI Jakarta saat ini sudah berada di tangan Kementerian Dalam Negeri. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengajukan nama Sekda.
"Pak gubernur sudah kirim surat, sudah dikirim kemarin, saya sudah paraf kok," kata Ahok.
Mantan bupati Belitung Timur ini membeberkan kriteria sekda yang dipilih Jokowi yaitu PNS yang paling muda di antara yang ikut dalam seleksi sekda.
"Sesuai dengan yang ikut tes, yang paling muda. Pak gubernur inginnya enggak yang dekat usia 50, jadi panjang masa baktinya," pungkas dia.
Baca juga:
Dinonaktifkan, 2 PNS tersangka korupsi Transjakarta tetap digaji
Ahok malas beri bantuan hukum pada 2 tersangka korupsi busway
Kejagung tetapkan dua tersangka kasus korupsi bus Transjakarta
Ahok berencana buat panti sosial di Ciangir, Banten
Ahok: Tahun lalu Jokowi juga sudah cuti melulu