90 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik
Rano Karno mengunjungi lokasi dan korban terdampak di Jalan Kutilang RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan gerakan masyarakat memiliki alat pemadam api ringan (Apar) untuk mengantisipasi kejadian kebakaran yang kebanyakan disebabkan arus pendek listrik (korsleting).
"Sejalan dengan Program Quick Win, kami juga mengoptimalkan gerakan kepemilikan Apar di setiap RT dan warga di Jakarta," kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno di Bukit Duri, Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Minggu (20/7).
Rano mengunjungi lokasi dan korban terdampak di Jalan Kutilang RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Dia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengawasan berkala terhadap instalasi listrik di rumah khususnya kontrakan, indekos dan tempat usaha.
"Karena hampir 90 persen kebakaran yang terjadi di Jakarta diakibatkan dari 'korsleting' listrik dan rata-rata karena kelalaian, yaitu banyak listrik itu stop kontak digunakan untuk mengisi daya sekian banyak barang dan lupa mencabutnya," ujar dia.
Rano berharap dari berbagai kejadian kebakaran yang sudah terjadi, masyarakat belajar meminimalisir risiko dan melakukan tindakan pencegahan.
"Mudah-mudahan dari berbagai kejadian kebakaran di Jakarta marilah kita belajar apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa meminimalisir kebakaran yang terjadi," kata dia.
Bantuan untuk Para Korban
Diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Kutilang RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (19/7) pukul 06.21 WIB, menyebabkan empat korban tewas.
Empat korban jiwa yakni perempuan inisial PL (13), perempuan K (3), laki-laki A (7) dan perempuan A (4).Selain korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan dua orang terluka inisial A dan M.
Adapun total korban terdampak per hari ini yakni 16 kepala keluarga (KK) atau 46 jiwa. Dari jumlah ini sebanyak 10 KK terdiri dari 25 jiwa mengungsi ke tenda yang didirikan di Jalan Katik RT 02/09, Bukit Duri, Tebet.
Sementara itu, penyebab kebakaran pada area luas yang terbakar sebesar 200 meter persegi (m2) itu diduga karena aliran listrik dengan taksiran kerugian sekitar Rp674 juta.
Rano Karno memastikan kebutuhan dasar korban terdampak kebakaran di Jalan Kutilang RW 02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, cukup untuk mendukung kehidupan mereka.
"Kami menyediakan semua sarana yang kami anggap cukup untuk mendukung kelanjutan kehidupan mereka," kata Rano.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kata dia, memberikan bantuan berupa sembako, paket alat mandi, paket keperluan anak sekolah dan makanan siap saji.
Selain itu, Pemprov DKI juga mendirikan satu tenda untuk para pengungsi di lapangan RW. 01, Jalan Katik RT 02/01 Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.