LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Terdampak Pandemi, Begini Potret Wisata Chinatown Bandung Terbengkalai Bak Kota Mati

Seperti terlihat di unggahan channel YouTube Sang Penjelajah Amatir, Senin (11/10), didapati lokasi yang berada di Desa Ciroyom, Kecamatan Andir tersebut terlihat seperti kota mati. Padahal lokasi tersebut dahulunya dikenal sebagai lokasi hits untuk selfie, karena memiliki suasana yang dianggap bagus.

2021-10-11 17:45:00
Jabar
Advertisement

Pandemi Covid-19 telah menumbangkan sejumlah sektor industri, salah satunya pariwisata. Banyak tempat-tempat menarik dan hits untuk dikunjungi, namun tak mampu bertahan di tengah upaya pencegahan wabah dari pemerintah.

Pemandangan demikian yang saat ini tampak di destinasi Chinatown, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di mana kondisinya amat memprihatinkan akibat sepi pengunjung hingga dibiarkan terbengkalai.

Seperti terlihat di unggahan channel YouTube Sang Penjelajah Amatir, Senin (11/10), didapati lokasi yang berada di Desa Ciroyom, Kecamatan Andir tersebut terlihat seperti kota mati. Padahal lokasi tersebut dahulunya dikenal sebagai lokasi hits untuk selfie, karena memiliki suasana yang dianggap bagus. Berikut informasi selengkapnya.

Advertisement

Suasana Mirip Kota Mati

 

  

Advertisement

Suasana di Chinatown Bandung yang terbengkalai

©2021 YouTube Sang Penjelajah Amatir /editorial Merdeka.com

Seperti terlihat di video, banyak bangunan-bangunan bergaya Tiongkok lawas yang berwarna merah cerah. Lokasinya pun dipenuhi pepohonan, hingga ragam ornamen sehingga membuat nyaman siapapun yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Namun kondisi itu berubah usai datangnya pandemi Covid-19, di mana penurunan ekstrem pengunjung kian terasa hingga mematikan aktivitas perekonomian di lokasi.

Seperti terlihat, banyak berjajar bangunan mirip rumah bergaya arsitektur China yang menyejukkan mata. Kombinasi warna cerah, dengan manik-manik hiasan lampion dan lukisan menjadi pemandangan yang cukup menarik untuk selfie.

“Wow, keren banget tempatnya ini. Jadi ini terbengkalai karena kurangnya omzet pemasukan dari tempat wisata Chinatown Bandung ini,” terang sang pengunggah video bernama Regi itu.

Ruangan Toilet Jadi Sorotan

 

Suasana di Chinatown Bandung yang terbengkalai 

©2021 YouTube Sang Penjelajah Amatir /editorial Merdeka.com

Destinasi wisata keluarga ini terlihat meninggalkan tampilan yang mewah, terutama di bagian toiletnya.

Di lokasi tersebut, terlihat fasilitas toilet yang menjadi sorotan karena bentuknya yang mewah dan modern. Tak terlihat bagian di sana yang rusak, namun hanya meninggalkan sisa-sisa sampah dari ornamen yang sudah tak terpakai.

“Iya, ini saya mulai masuk ke bagian toilet yaa. Banyak sampah di sini. Tapi keren banget sumpah, toiletnya udah modern. Tadi pas pertama masuk kondisinya memang agak merinding,” terang Regi saat melihat satu per satu toilet di lokasi.

Jadi Tempat Selfie yang Unik

 

 

Suasana di Chinatown Bandung yang terbengkalai 

©2021 YouTube Sang Penjelajah Amatir /editorial Merdeka.com

Dalam penelusurannya, di lokasi juga terdapat sejumlah tempat selfie yang unik dan terbuat dari susunan kaca-kaca yang dirangkai. Saking menariknya, lokasi selfie tersebut juga disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk labirin.

Sayangnya kondisi bagian dari wisata Chinatown tersebut sudah hancur dimakan usia, sehingga hanya menyisakan puing-puing susunan yang dipenuhi semak belukar.

"Rupanya di sini sudah hancur ya bangunannya, tapi saya nggak bisa ke bagian belakang lagi karena sudah dipenuhi semak belukar. Dan di situ ada kolam hias yaa, diduga jadi sarang ular," ujar Regi.

Terdampak Pandemi Covid-19

Dalam penelusurannya, Regi menjelaskan penyebab lokasi wisata tersebut menjadi terbengkalai. Menurut Youtuber yang kerap mengeksplor tempat-tempat tak berpenghuni itu, kondisi demikian dikarenakan turunnya omzet pengunjung sehingga tidak ada pemasukan.

Belum lagi munculnya pandemi Covid-19, sehingga membuat lokasi menjadi tak terurus layaknya kota mati.

“Karena datangnya pandemi Covid-19 yang membuat lokasi ini jadi terbengkalai seperti sekarang, karena sepi banget pengunjung ke sini dan omzet yang terus menurun sehingga dengan terpaksa tempat ini ditutup,” ungkap Regi.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.