Mengenal Sindrom Cushing dan Gejalanya, Kondisi Kortisol Berlebih di Dalam Tubuh
Tingkat kortisol yang tinggi juga disebut sebagai sindrom Cushing. Kondisi ini terjadi ketika tubuh Anda membuat terlalu banyak kortisol.
Kita mengenal kortisol sebagai hormon stres karena hormon ini memiliki peran pada respons stres tubuh. Hormon steroid ini dibuat di kelenjar adrenal.
Sebagian besar sel dalam tubuh kita memiliki reseptor kortisol yang menggunakan hormon kortisol untuk menjalankan beberapa fungsi, seperti mengatur gula darah, mengurangi peradangan, mengatur metabolisme, hingga memori.
Ya, meski dianggap hormon stres, tapi faktanya kortisol tetap penting untuk kesehatan Anda. Tetapi, memiliki terlalu banyak hormon ini dapat mendatangkan malapetaka pada tubuh dan menyebabkan sejumlah gejala yang tidak diinginkan.
Tingkat kortisol yang tinggi juga disebut sebagai sindrom Cushing. Kondisi ini terjadi ketika tubuh Anda membuat terlalu banyak kortisol. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun, jadi penting untuk mengetahui apa saja gejalanya.
Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan lebih lanjut tentang gejala sindrom Cushing yang mungkin akan muncul beserta penyebab potensialnya.
Gejala Sindrom Cushing
Mengutip dari healthline.com, gejala yang paling umum dari sindrom Cushing adalah:
- penambahan berat badan
- timbunan lemak, terutama di bagian tengah tubuh, wajah (menyebabkan wajah bulat), dan di antara bahu dan punggung bagian atas (terkadang menyebabkan punuk visual)
- stretch mark ungu di payudara, lengan, perut, dan paha
- kulit menipis yang mudah memar
- luka kulit yang lambat sembuhnya
- jerawat
- kelelahan
- kelemahan otot
Selain gejala umum di atas, ada gejala lain yang kadang-kadang dapat diamati pada penderita sindrom Cushing, seperti gula darah tinggi, rasa haus yang meningkat, peningkatan buang air kecil, sakit kepala, kecemasan, mudah marah, depresi, hingga haid yang tidak teratur.
Sindrom Cushing pada Anak-anak
Anak-anak juga dapat menderita sindrom Cushing, meskipun kasusnya lebih jarang daripada orang dewasa. Selain gejala di atas, anak-anak dengan sindrom Cushing mungkin juga mengalami:
- kegemukan
- laju pertumbuhan lebih lambat
- tekanan darah tinggi (hipertensi)
Sindrom Cushing pada Wanita
Sindrom Cushing lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Menurut National Institutes of Health (NIH), wanita tiga kali lebih berisiko mengembangkan sindrom Cushing dibandingkan pria.
Wanita dengan sindrom Cushing dapat mengembangkan rambut ekstra di bagian wajah dan tubuh. Kondisi ini paling sering terjadi pada bagian:
- wajah dan leher
- dada
- perut
- paha
Selain itu, wanita dengan sindrom Cushing juga dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur. Dalam beberapa kasus, bahkan seorang wanita tidak mengalami menstruasi sama sekali. Sindrom Cushing yang tidak diobati pada wanita dapat menyebabkan kesulitan hamil.
Sindrom Cushing pada Pria
Seperti halnya pada wanita dan anak-anak, pria dengan sindrom Cushing juga dapat mengalami gejala tambahan, seperti:
- disfungsi ereksi
- hilangnya minat seksual
- penurunan kesuburan
Penyebab Sindrom Cushing
Sindrom Cushing disebabkan oleh hormon kortisol yang berlebih. Kelenjar adrenal adalah yang bertanggung jawab dalam menghasilkan kortisol. Namun, kortisol juga membantu sejumlah fungsi pada tubuh, seperti:
- mengatur tekanan darah dan sistem kardiovaskular
- mengurangi respons peradangan sistem kekebalan tubuh
- mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi
- menyeimbangkan efek insulin
- merespon stres
Tubuh dapat menghasilkan kortisol yang tinggi karena berbagai alasan, seperti:
- tingkat stres yang tinggi, seperti stres yang berhubungan dengan penyakit akut, pembedahan, cedera, atau kehamilan, terutama pada trimester akhir
- latihan atletik
- malnutrisi
- alkohol
- depresi, gangguan panik, atau stres emosional tingkat tinggi
Cara Mengatasi Sindrom Cushing secara Alami
Meskipun perubahan gaya hidup seperti diet tidak akan menyembuhkan kondisi Anda, perubahan tersebut dapat membantu menjaga kadar kortisol agar tidak semakin meningkat atau membantu mencegah komplikasi.
Kiat gaya hidup bagi mereka yang menderita sindrom Cushing meliputi:
- Menurunkan berat badan jika direkomendasikan. Karena penambahan berat badan adalah salah satu gejala utama sindrom Cushing, jika dokter menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi dan meningkatkan aktivitas fisik Anda untuk mendapatkan berat badan ke tingkat yang sehat.
- Menghindari alkohol. Karena penggunaan alkohol berat dapat menyebabkan tanda dan gejala Cushing, dokter mungkin menyarankan Anda berhenti minum.
- Mengatur gula darah. Sindrom Cushing dapat menyebabkan glukosa darah meningkat, jadi cobalah untuk membatasi makanan yang dapat menyebabkan kenaikan gula darah. Contoh makanan yang bisa Anda konsumsi termasuk sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan ikan.
- Kurangi natrium. Sindrom Cushing juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena itu, dokter mungkin menyarankan Anda membatasi asupan natrium. Jadi, baca label makanan dengan cermat sebelum membeli produk makanan apa pun untuk memeriksa kandungan natrium.
- Pastikan untuk mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D. Sindrom Cushing dapat melemahkan tulang, membuat Anda rentan terhadap patah tulang. Baik kalsium dan vitamin D dapat membantu memperkuat tulang Anda.