Komplikasi Sembelit yang Harus Diwaspadai, Begini Cara Mencegahnya
Komplikasi sembelit sebaiknya diwaspadai. Sembelit jangka pendek biasanya tidak menyebabkan komplikasi dan biasanya dapat diobati dengan penanganan di rumah. Namun jika Anda mengalami sembelit kronis, hal itu dapat menyebabkan komplikasi.
Komplikasi sembelit sebaiknya diwaspadai. Penyakit sembelit seringkali disepelekan. Padahal komplikasi sembelit bisa menyebabkan penyakit serius.
Sembelit terjadi ketika seseorang tidak bisa buang air besar, atau ketika seseorang kesulitan untuk buang air besar. Ini adalah suatu kondisi, dan bukan penyakit. Frekuensi buang air besar setiap memang orang bisa berbeda-beda. Tapi normalnya, frekuensi buang air besar adalah 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu.
Sembelit dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti karena tinja yang terlalu lambat melewati usus besar. Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, semakin banyak air yang diserap usus besar sehingga membuat tinja menjadi kering dan keras.
Terkadang, sembelit terjadi akibat penyumbatan di usus besar. Dalam kasus ini, seseorang membutuhkan perhatian medis yang mendesak. Sedangkan pada kasus lain, sembelit bisa saja terjadi hanya karena seseorang kekurangan serat atau air.
Sembelit jangka pendek biasanya tidak menyebabkan komplikasi dan biasanya dapat diobati dengan penanganan di rumah. Misalnya, jika Anda hanya mengalami konstipasi karena perubahan pola makan, Anda mungkin tidak akan mengalami komplikasi jangka panjang. Namun jika Anda mengalami sembelit kronis, hal itu dapat menyebabkan komplikasi.
Berikut ini kami akan sampaikan apa saja komplikasi sembelit yang harus diwaspadai dilansir dari verywellhealth.com.
Komplikasi Sembelit
Wasir
Komplikasi sembelit yang pertama adalah wasir. Wasir adalah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah di rektum atau anus. Mereka dapat terjadi di dalam atau di luar, namun biasanya bukan kondisi yang serius.
Wasir eksternal dapat menyebabkan rasa gatal atau nyeri saat buang air besar. Sedangkan wasir internal biasanya tidak menyebabkan rasa sakit tapi, sebagai gantinya, Anda mungkin melihat tinja berwarna merah di toilet.
Fisura Anus
Komplikasi sembelit kedua yaitu fisura anus. Fisura anus biasanya muncul sebagai akibat dari beberapa bentuk trauma pada anus, seperti tinja yang keras. Fisura anus biasanya terasa menyakitkan dan juga dapat menyebabkan gatal. Anda mungkin juga melihat darah saat membersihkan atau di tinja.
Prolaps Rektum
Komplikasi sembelit yang ketiga yakni prolaps rektum. Prolaps rektum terjadi ketika bagian terakhir dari usus besar Anda, rektum, menonjol di luar anus dan terlihat di bagian luar tubuh Anda. Ini tidak selalu menyakitkan, dan dalam banyak kasus akan hilang tanpa pengobatan. Namun, kondisi ini harus dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan Anda.
Impaksi Feses
Komplikasi sembelit yang keempat adalah impaksi feses. Impaksi feses adalah keadaan sembelit yang berkepanjangan. Ini terjadi ketika tinja berubah menjadi sangat keras sehingga tidak bisa keluar saat Anda buang air besar secara normal. Gejala kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut dan kram. Kondisi ini seringkali harus diobati dengan obat-obatan atau prosedur seperti enema atau irigasi air.
Komplikasi Sembelit pada Anak
Pada anak-anak, khususnya, mereka yang menghindari buang air besar karena rasa sakit, mereka mungkin memiliki tinja yang menumpuk di usus besar dan rektum. Terkadang, hal itu bisa bocor keluar, menjadi kondisi yang disebut encopresis.
Komplikasi Sembelit pada Lansia
Prevalensi konstipasi meningkat seiring bertambahnya usia, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Para peneliti menyatakan bahwa sembelit kronis dapat menyebabkan impaksi tinja dan inkontinensia tinja. Mereka menyatakan bahwa pada kasus yang parah, impaksi tinja dapat menyebabkan ulserasi stercoral, obstruksi usus, atau perforasi usus. Jika tidak diobati, komplikasi ini dapat mengancam jiwa.
Orang yang lebih tua juga dapat mengalami kualitas hidup yang lebih rendah karena komplikasi dan ketidaknyamanan akibat sembelit.
Faktor Risiko
Risiko sembelit akan meningkat dengan beberapa kondisi, seperti:
- Bagi orang tua
- Bagi seorang wanita
- Mengalami dehidrasi
- Makan makanan yang rendah serat
- Jarang atau bahkan tidak pernah melakukan aktivitas fisik
- Konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, obat nyeri opioid, beberapa antidepresan atau obat untuk menurunkan tekanan darah
- Memiliki kondisi kesehatan mental seperti depresi atau gangguan makan
Cara Mencegah Sembelit
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda menghindari sembelit kronis:
- Sertakan banyak makanan berserat tinggi dalam diet Anda, seperti kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.
- Kurangi makanan yang rendah serat seperti makanan olahan, dan produk susu dan daging.
- Minum banyak cairan.
- Tetap seaktif mungkin dan cobalah untuk berolahraga secara teratur.
- Cobalah untuk mengelola stres.
- Jangan abaikan keinginan untuk buang air besar.
- Cobalah untuk membuat jadwal yang teratur untuk buang air besar, terutama setelah makan.
- Pastikan anak-anak yang mulai makan makanan padat mendapatkan banyak serat dalam makanan mereka.