LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Kacang Kedelai Melonjak, Begini Curhat Pilu Pelaku Usaha Susu dan Tempe di Jawa Barat

Sejumlah pelaku usaha makanan berbahan kacang kedelai mengeluhkan tingginya harga kacang kedelai yang kini menyentuh angka Rp13.000 per kilogram. Akibat kenaikan itu, mereka pun terpaksa bersiasat dengan mengubah ukuran hingga merumahkan pekerjanya.

2022-09-29 14:38:00
Jabar
Advertisement

Sejumlah pelaku usaha makanan berbahan kacang kedelai mengeluhkan tingginya harga kacang kedelai yang kini menyentuh angka Rp13.000 per kilogram. Akibat kenaikan itu, mereka pun terpaksa bersiasat dengan mengubah ukuran hingga merumahkan pekerjanya.

Pilu ini yang kemudian dirasakan oleh perajin susu kedelai di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Sebelumnya itu masih di harga Rp400.000 per karungnya ukuran 50 kilo, sekarang sudah Rp650 ribu ” tutur Abdul Rohman, perajin susu kedelai di Jatitujuh, mengutip kanal YouTube Liputan6 SCTV, Kamis (29/9).

Advertisement

Mengganti Kemasan Botol dengan Plastik

Perajin makanan berbahan kedelai di Jawa Barat mengeluhkan harga naik ©2022 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Advertisement

Untuk menyiasati lonjakan harga yang hampir dua kali lipat itu, dirinya mencoba mengganti kemasan dari yang sebelumnya menggunakan botol kini hanya memakai plastik.

Selain itu, untuk takarannya, Abdul juga terpaksa mengurangi dari jumlah isi sebelumnya demi menekan biaya produksi.

“Kita kan dulu ini memakai kemasan botol, tetapi sekarang beralih ke kemasan plastik. Untuk isinya sih sama aja, cuma takarannya beda dikit dari yang sebelumnya,” lanjutnya.

Tak hanya mengubah kemasan, perajin susu tersebut juga dengan terpaksa mengurangi jumlah produksi bahkan hingga 50 persen. Hal ini agar usaha mereka bisa tetap jalan, dan tidak mengalami kerugian.

Perajin Tempe di Subang Terancam Gulung Tikar

Tak hanya perajin minuman susu kedelai yang ikut terdampak meroketnya kedelai impor. Pembuat tempe rumahan di Desa Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat juga mengeluhkan kenaikan bahan baku utamanya.

Tak jauh berbeda, salah satu perajin tempe di sana bernama Sopiah juga memperkecil ukuran tempe sehingga biaya produksi bisa tetap tertutup. Menurut dia, dengan mengubah ukuran tempenya dari ukuran dulu, ia bisa tetap mendapat pelanggan karena harga produknya tidak ikut naik.

“Sekarang lagi mahal sekali kedelai ini, tadinya habis setengah kuintal sekarang hanya habis 30 kilogram,” kata dia.

Merumahkan Pekerjanya

Di tengah kondisi sulit ini, Sopiah juga terpaksa meliburkan pekerjanya. Dirinya mengaku khawatir, jika harga produknya ikut naik, para pelanggan akan lari.

“Ini harganya nggak mau naik, nanti takut pelanggan pada kabur, jadi ini hanya diperkecil saja ukurannya,” lanjut Sopiah.

Ia bersama para perajin tempe lainnya meminta pemerintah agar menstabilkan harga kedelai. Dikhawatirkan jika harganya masih tetap tinggi, para pengusaha olahan kacang kedelai itu akan gulung tikar.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.