Hadirkan Produk UMKM Cantik di Mall, Pemkot Bandung Bantu Ekonomi Pasca Pandemi
Pasar kreatif menjadi wadah untuk mengangkat produk UMKM yang dibuat oleh masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat. Terdapat sejumlah produk yang ditampilkan, mulai dari tas, pakaian hingga aksesoris handmade yang unik. Tahun ini gelaran pasar kreatif berlangsung di Trans Studio Mall (TSM).
Pasar kreatif menjadi wadah untuk mengangkat produk UMKM yang dibuat oleh masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat. Terdapat sejumlah produk yang ditampilkan, mulai dari tas, pakaian hingga aksesoris handmade yang unik. Tahun ini gelaran pasar kreatif berlangsung di Trans Studio Mall (TSM).
Menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Yunimar Mulyana, penyelenggaraan pasar kreatif dilaksanakan secara kolaborasi antara Dekranasda, Disdagin, dan TSM.
"Store ini merupakan kerjasama antara Dekranasda, Disdagin, dan TSM untuk memberikan store kepada para UMKM di Kota Bandung," terangnya, Selasa (15/11) mengutip laman Pemkot Bandung.
Omzet Capai Rp8,6 Miliar
Produk UMKM di TSM Bandung ©2022 Laman resmi Pemkot Bandung/Merdeka.com
Sejak dimulai pada tahun 2020, kegiatan promosi UMKM oleh pasar kreatif cukup membantu perputaran ekonomi. Di tahun tersebut, dibuka di 9 lokasi untuk membantu pemulihan ekonomi bagi para pelakunya dengan omzet Rp1,4 miliar.
"Ternyata omzetnya bisa mencapai Rp1,4 miliar. Di 2021 kita adakan lagi Pasar Kreatif di 9 mal dan mencapai omzet Rp4,3 miliar," ungkapnya.
Untuk di tahun ini, omzetnya terus melesat hingga tembus di angka Rp8,6 miliar.
"Dari Target Rp6 miliar, kita bisa mencapai Rp8,6 miliar. Penyumbang omzet terbesar dari TSM yakni Rp3 miliar, beserta 5 mall lain," imbuhnya.
Jadi Motivasi bagi UMKM agar Berinovasi
Yunimar mendorong agar para pelaku UMKM bisa terus berinovasi, dan meningkatkan kualitas produknya sehingga mampu bersaing dan tidak kalah dari produk luar negeri.
Hal ini untuk membantu mereka bertahan, dan bergerak di tengah musibah pandemi Covid-19 yang menghambat sektor perekonomian.
"Para pelaku usaha harus memberikan inovasi dan ide baru agar semakin naik daun. Berikan kualitas yang bagus, sehingga bisa bersaing dengan tenant lainnya di mal ini. Kualitasnya tidak kalah saing," harapnya.
Masyarakat Kota Bandung juga didorong untuk membeli produk-produk lokal setempat, lantaran kualitasnya yang tidak kalah.
Ada Produk Aksesoris Kulit Sapi
Diceritakan salah satu pelaku UMKM aksesoris di Kota Bandung, Novita Wahyu, produknya cukup menarik minat para pengunjung di TSM itu. Bahkan di hari pertama penjualannya, ia mengantongi hingga Rp1,3 juta.
Produk yang ia jual merupakan aksesoris handmade berbahan kulit sapi, yang ia olah secara manual.
"Tidak pakai mesin. Benar-benar kecos (jahit tangan). Kulitnya diukir, dibolongin manual, dan dijahit sendiri," ungkapnya.
Novita mengaku mampu membuat hingga 20 item gantungan kunci. Kemudian untuk satu tas memerlukan waktu selama tiga hari dan dompet mampu dihasilkan hingga dua item satu hari.
Gerainya akan berada di lokasi hingga enam bulan ke depan. Namun selama dua bulan, akan dievaluasi terlebih dahulu oleh pihak Trans Studio Mall dan Pemkot Bandung.
"Jelas sangat membantu dengan adanya store seperti ini untuk omzet offline kami para UMKM. Selama ini kebanyakan jualan online. Setahun Rp300-400 juta," jelasnya.