LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Doa Sayyidul Istighfar beserta Artinya, Amalan Ringan Pelengkap Taubat

Salah satu doa yang dapat kita amalkan untuk memohon ampunan pada Allah SWT adalah dengan doa sayyidul istighfar. Di dalam doa ini tertuang kalimat-kalimat untuk memohon ampun dan siapa yang membacanya mendapat keutamaan luar biasa berupa surga.

2022-06-02 12:12:00
Jabar
Advertisement

Doa sayyidul istighfar bisa menjadi amalan sehari-hari. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Dalam perjalanan hidupnya, sering kali mereka melakukan kesalahan dan dosa, baik yang tak disengaja mau pun yang disengaja. Untuk itulah, kita dianjurkan untuk terus beristighfar dan memohon ampunan pada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh sempurna dalam hal ini, meskipun ampunan dan surga untuk beliau telah dijamin oleh Allah SWT. Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak beristighfar dan bertaubat. Bahkan dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).

Advertisement

JikaRasulullah SAW sudah dijamin keselamatannya oleh Allah SWT saja masih tetap bertaubat dalam kesehariannya, bagaimana dengan kita yang masih sering membuat kesalahan dan dosa? Entah bagaimana dosa yang kita miliki, Allah SWT akan selalu membuka pintu taubat bagi siapa pun yang benar-benar ingin kembali kepada-Nya.

Salah satu doa yang dapat kita amalkan untuk memohon ampunan pada Allah SWT adalah dengan doa sayyidul istighfar. Dalam doa sayyidul istighfar tertuang kalimat-kalimat untuk memohon ampun. Siapa yang membacadoa sayyidul istighfar mendapat keutamaan luar biasa berupa surga.

Berikut ini kami akan sampaikan bagaimana bacaan doa sayyidul istighfar beserta keutamaannya yang telah dijelaskan dalam hadis.

Advertisement

Doa Sayyidul Istighfar

Doa sayyidul istighfar disebut sebagai penghulu istighfar, atau istighfar terbaik, atau istighfar yang utama. Imam Bukhari bahkan menyebut lafal istighfar ini dalam kitab shahihnya dengan judul “Bab, Istighfar yang paling utama.” Hal ini menunjukkan penilaian Imam Bukhari terhadap lafal istighfar ini sebagai yang terbaik.

Jika kita memperhatikan makna dari bacaan istighfar ini, kita akan menemukan banyak ungkapan yang menunjukkan kerendahan diri kita sebagai hamba di hadapan Allah dan pengagungan kepada Allah semata. Kalimat dalam doa sayyidul istighfar juga menjadi kalimat terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Anda bisa mengamalkan doa sayyidul istighfar ini pada pagi dan petang.

Bacaan Doa Sayyidul Istighfar

Mengutip rumaysho.com, bacaan doa sayyidul istighfar terdapat dalam hadis dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, di mana ia menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

ALLOHUMMA ANTA ROBBI LAA ILAHA ILLA ANTA, KHOLAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBI, FAGHFIRLIY FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. (HR. Bukhari, no. 6306).

Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar

Keutamaan doa sayyidul istighfar ini dijelaskan pula oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam lanjutan hadis di atas,

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ»

“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

Anjuran Memperbanyak Istighfar

Istighfar adalah amalan ringan, namun dengan bacaan inilah kita bisa mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Selain mendapatkan ampunan, istighfar juga bisa menjadi penambah pahala, memperkuat keimanan, dan sebagai kafaroh.

Kebiasaan beristighfar juga telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).

Kemudian Al Aghorr Al Muzanni, yang merupakan sahabat Nabi, berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim).

Allah SWT pun juga berfirman tentang perintah bertaubat dan beristighfar ini dalam salah satu ayatnya, yang artinya,

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun," (QS. Nuh : 10).

Rasulullah Tidak Pernah Bosan Beristighfar

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat. Padahal, kita tahu bahwa ia adalah orang yang telah diampuni dosanya. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)

Meski sudah mendapatkan ampunan dari Allah, namun mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah luput dari bacaan istighfar. Dalam kitab shohih, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلاَهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim).

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.