LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Asinan Betawi Dinobatkan Jadi Makanan yang Dimasak Secara Primitif, Ini Alasannya

Tradisi primitif tersebut bisa dilihat dari proses perendaman sayuran sawi oleh cuka dan garam sebagai bahan utama asinan Betawi. Cara pengasinan tersebut turut disebutkan sebagai proses fermentasi yang kerap dilakukan oleh warga Tionghoa atau non Betawi di kala lampau.

2021-12-16 09:20:00
Jabar
Advertisement

Sebagai kuliner yang melegenda di Jakarta dan sekitarnya, Asinan Betawi kerap menjadi andalan bagi para penikmatnya.

Biasanya kuliner bercita rasa asam, pedas dan asin tersebut disajikan sebagai penghantar menuju makan siang, maupun kudapan alternatif saat sore hari.

Banyak cerita yang turut melatarbelakangi kudapan hasil akulturasi budaya Betawi dengan Tionghoa itu, seperti pada proses memasaknya yang disebut primitif. Melansir berbagai sumber, Kamis (16/12) berikut informasinya.

Advertisement

Proses Pemasakan Mirip Masyarakat Kuno

©2021Pinterest/harianresep.blogspot.com / Merdeka.com

Advertisement

Melansir laman goodnewsfromindonesia, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan UGM, Murdijati Gardjito mengatakan jika pembuatan Asinan Betawi merupakan teknik memasak yang paling primitif. Cara ini konon telah dipakai sejak garam pertama kali ditemukan di masa peradaban kuno.

Menurutnya, teknik pengasinan adalah metode pengolahan makanan yang paling lawas dan dimungkinkan dilakukan oleh banyak orang di masa lampau. Hal ini turut memungkinkan proses tersebut merupakan yang paling tua, dan pernah dibuat manusia.

Menurut Murdijati, teknik pengasinan seperti pada Asinan Betawi merupakan upaya pembuatan makanan agar bisa lebih awet, serta tidak mudah basi ketika tidak langsung dimakan.

Proses Fermentasi bukan dari Betawi

Dikutip dari laman kebudayaanbetawi, tradisi kuno juga bisa dilihat dari proses perendaman sayuran sawi oleh cuka dan garam sebagai bahan utama asinan Betawi. Cara pengasinan tersebut turut disebutkan sebagai proses fermentasi yang kerap dilakukan oleh warga Tionghoa atau non Betawi di kala lampau.

Selain itu, kerupuk mie kuning yang menjadi toping asinan Betawi pada dasarnya diduga sebagai akulturasi kuliner dari masyarakat Tionghoa yang tinggal di Batavia.

Bagi warga Betawi, asinan juga merupakan kudapan yang bisa dinikmati di waktu senggang sambil bercengkrama dengan teman-teman atau keluarga. Hal ini yang kemudian asinan juga mendapat predikat makanan kegembiraan bagi masyarakat Betawi.

Untuk isian, asinan Betawi terdiri dari taoge, mentimun, kol, daun tikim, tahu, lokio, lobak, selada, sawi asin, kacang tanah goreng, dan kerupuk mi. Untuk bumbunya merupakan campuran dari kacang, cabai, cuka aren, udang kering, garam, dan gula.

 

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.