LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Tsaatan, suku penggembala rusa di Mongolia yang nyaris punah

Kelestarian budaya suku ini sangat bergantung pada keberadaan rusa-rusa liar di pegunungan Mongolia.

2015-09-30 11:35:48
Tradisi Unik
Advertisement

Di Khovsgol, salah satu aimag (propinsi) yang menjadi bagian Mongolia, terdapat satu suku minoritas yang memiliki gaya hidup unik. Suku pengembara ini menggantungkan hidupnya pada rusa-rusa liar. Beberapa anggota suku bahkan berkata kalau warisan budaya mereka bakal menghilang tanpa keberadaan rusa.

Dilansir Bored Panda, suku Tsaatan berasal dari Tuva yang menjadi daerah perbatasan Mongolia dan Rusia. Mereka termasuk suku nomaden tertua di dunia dan suku penggembala terakhir yang masih bertahan di negara tersebut. Warga suku ini hidup mengembara sambil menggembala rusa. Mereka berhasil bertahan selama ribuan tahun dengan mendiami taiga (hutan yang ditumbuhi satu spesies tumbuhan saja) Mongolia dan menggembala rusa.

Warga Tsaatan hidup dalam tenda-tenda dan berpindah tempat 5 hingga 6 kali dalam setahun. Perpindahan pemukiman mereka selalu mengikuti pola migrasi rusa liar.

Advertisement

Photo credit: parcheminsdailleurs.com

Bisa dikatakan, kelangsungan hidup warga Tsaatan bergantung pada rusa. Mereka membuat keju dari susu yang dihasilkan rusa. Bulunya yang cukup lebat dimanfaatkan sebagai bahan sandang. Tanduknya bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai peralatan. Sementara kotorannya bisa menjadi bahan bakar untuk perapian dan kompor. Uniknya, mereka tidak memanfaatkan daging rusa sebagai bahan pangan.

Advertisement

Photo credit: parcheminsdailleurs.com

Sayangnya, populasi rusa gunung di Mongolia menurun drastis dalam beberapa dekade. Karena itulah, banyak warga suku Tsaatan yang meninggalkan gaya hidup nomaden.

Photo credit: parcheminsdailleurs.com

Hingga saat ini, hanya tinggal 40 keluarga yang masih hidup sebagai pengembara dan penggembala rusa. Bukan tidak mungkin tradisi unik mereka bakal punah dalam waktu beberapa tahun.

Baca juga:
Menyaksikan panasnya tradisi perang api Siat Geni
Mengintip panasnya tradisi perang api di Pura Dalem Khayangan
Sadisnya ritual Ogun di Nigeria
Hebat, semua penduduk desa di China ini ahli kung fu
Skach Koyl, kegilaan saat para penunggang teler berlaga di pacuan

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.