Tembok ini dihiasi gambar ratusan spesies burung dari seluruh dunia
Di dinding ini, seorang seniman buat mural tentang ratusan spesies burung dari berbagai belahan dunia.
Sebuah laboratorium terutama di kampus selalu dianggap sebagai sebuah tempat yang kaku dan memiliki tampilan yang membosankan. Tetapi pada laboratorium hewan yang khusus mempelajari burung ini terdapat sebuah tembok yang menggambarkan bentuk burung dari ratusan spesies di seluruh dunia yang sangat berwarna dan luar biasa.
Dilansir dari Slate, mural dengan besar total tiga ribu meter persegi yang terletak dia Cornell Lab of Ornithology Visitor Center di Ithaca, New York ini merupakan karya dari seorang seniman bernama Jane Kim. Karya ini menggambarkan ratusan spesies burung dari berbagai belahan dunia serta evolusi yang terjadi pada diri mereka.
Mural ini digambar dengan mengambil gambar dari 243 jenis burung modern. Gambar burung ini juga berada di atas sebuah gambar peta dunia yang sebesar 21 x 12 meter. Tidak hanya burung modern saja, mural ini juga menyertakan 27 makhluk yang merupakan leluhur dari burung. Besar masing-masing gambar sendiri beragam mulai dari 10 centimeter hingga 3 meter.
Gambar ini sendiri diberi nama sebagai Wall of Birds dan dibuat untuk menandai 100 tahun pendirian Cornell Lab. Jane Kim sendiri juga dulunya pernah magang sebagai ilustrator pada laboratorium ini. Untuk membuat gambar ini, Kim perlu waktu hingga dua setengah tahun serta tujuh orang untuk mewujudkan mural ini. Waktu itu tidak hanya untuk mewujudkan gambar ini saja tetapi juga untuk melakukan riset mengenai berbagai jenis burung yang ada.
Gambar ini diklaim sebagai satu-satunya mural yang menampilkan seluruh jenis burung yang ada di dunia dalam satu karya utuh. Saking besarnya, karya ini bahkan tidak bisa difoto sekaligus dan harus diambil gambarnya satu per satu.
Baca juga:
Pemuda Bolivia ini sulap sampah jadi robot animasi Wall-E
Ini alasan mengapa mewarna kini menjadi trend bagi orang dewasa
Puluhan stormtrooper bantu pria ini hias pohon natal
600 Iklan palsu berisi protes masalah lingkungan kepung Paris
Kini kecantikan Monalisa bisa dinikmati oleh kaum tuna netra