Seram, sepatu Aborigin ini terbuat dari rambut dan darah manusia
Terbuat dari bulu emu, dijalin dengan rambut manusia, dan direkatkan dengan darah.
Sepatu peninggalan suku Aborigin Australia ini terbuat dari bulu unggas dan rambut manusia. Keberadaannya tak lepas dari kurdaitcha, para algojo Aborigin.
Kurdaitcha adalah kelompok yang bertugas sebagai algojo dalam masyarakat Aborigin kuno. Dilansir , orang Eropa juga menggunakan nama ini untuk menyebut interlinia, sepatu yang biasa dikenakan oleh para kurdaitcha. Isitlah ini berasal dari suku Aborigin yang mendiami wilayah Autralia Utara. Sementara di Australia bagian selatan, sepatu tersebut disebut intathurta.
Menurut Shawcross to Ciokajlo, interlinia atau intathurta terbuat dari campuran bulu burung emu yang dijalin dengan rambut manusia, kemudian direkatkan dengan darah manusia. Namun proses pembuatan sepatu ini sendiri masih menimbulkan tanda tanya bagi para peneliti. Bagaimana mungkin darah saja bisa merekatkan bulu dan rambut pada sepatu.
Sepatu ini dianggap sakral, hanya boleh dikenakan oleh para kurdaitcha saat hendak menjalankan ritual kutukan. Suku Aborigin menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang dianggap bersalah dengan kutukan. Wanita dan anak-anak bahkan dilarang keras melihatnya.
Menurut Spencer & Gillen, sebelum mengenakan sepatu, kurdaitcha harus menjalani ritual khusus. Tulang yang menonjol di dekat kelingking kaki harus 'dilunakkan' dengan sebongkah batu yang dibakar hingga membara. Setelah itu barulah kaki bisa dimasukkan ke dalam sepatu. Ritual inilah yang menyebabkan para kurdaitcha memiliki kelaian di bagian kaki mereka.
Baca juga:
Tas paling serbaguna sedunia, punya 20 fungsi yang tersembunyi
Mengejutkan, 4 Hal milik wanita ini awalnya diciptakan untuk pria
Retailer fashion Zara dituding plagiat rancangan 20 desainer
Warna-warni busana pengantin dari berbagai penjuru dunia
5 Barang murah yang bisa jadi obyek 'mix and match' Anda!