Warna-warni busana pengantin dari berbagai penjuru dunia
Merdeka.com - Setiap suku, budaya, dan bangsa di dunia memiliki tradisi yang berbeda. Masing-masing memiliki ciri khas dan kekayaan nilai. Begitu juga dalam hal pernikahan. Negara kita saja punya ratusan adat dan busana tradisional. Dua daerah yang berdekatan pun bisa memiliki adat yang berbeda.
Mari kita mengenal berbagai tradisi pernikahan dari berbagai belahan dunia berikut warna-warni busananya. Karena adat dan budaya dilestarikan agar bisa dipelajari dan dihargai oleh generasi selanjutnya.
China zaman Dinasti Tang - daxiushan merah

66 Pasangan China nikah massal dengan ritual Dinasti Han © Top Photo/Barcroft Images
Di antara sekian banyak tradisi pernikahan yang pernah dijalankan oleh warga China, adat Dinasti Tang termasuk salah satu yang sudah jarang ditemui. Dilansir DailyMail, ritual pernikahan ala Dinasti Tang dijalankan sesuai Kitab Ritus Zhou, meliputi pencucian tangan dengan air yang mengalir, suap-suapan daging, dan bersulang anggur pahit.
Pakaian yang dikenakan umumnya berbentuk jubah panjang menyentuh lantai dengan warna keberuntungan merah.
Norwegia - bunad

Bunad, Busana pernikahan tradisional Norwegia © Bunadstua.com
Gaun pernikahan tradisional di atas disebut bunad, mirip dengan pakaian tradisional warga petani dari Eropa. Dilansir Bored Panda, bunad sekaligus berfungsi sebagai pakaian adat yang biasa dikenakan dalam acara-acara resmi, misalnya pembaptisan.
Ritual pernikahannya sendiri tidak berbeda jauh dengan pernikahan ala barat pada umumnya. Dimulai dengan mengikat janji di depan pendeta, tukar cincin perak atau emas, kemudian diakhiri dengan pesta meriah.
Jepang - kimono putih

Pernikahan tradisional Jepang © YouTube/happydayztaq
Untuk pernikahan tradisional Jepang, pengantin wanita sering memakai kimono putih bersih untuk upacara resmi. Warna ini melambangkan kemurnian dan keluguan. Setelah upacara pernikahan berakhir, kemungkinan pengantin mengganti baju dengan kimono merah yang melambangkan keberuntungan. Sementara itu, pengantin pria biasa mengenakan kimono formal berwarna hitam.
Upacara pernikahan biasanya berlangsung dengan ritual sederhana yang diakhiri dengan bersulang sake.
Skotlandia - Kilt

Busana pernikahan tradisional dari berbagai negara © Instagram/im_jessica_oh
Kilt merupakan pakaian tradisional khas Skotlandia, berupa rok dengan motif kotak-kotak yang dikenakan kaum pria. Setiap klan memiliki kilt dengan ciri khas yang berbeda. Pakaian ini juga yang dikenakan saat menikah.
Pengantin wanita Skotlandia akan memakai selendang dalam motif dan warna yang sama dengan kilt dari klan suaminya. Pemakaian selendang ini merupakan simbol masuknya sang istri ke dalam keluarga pria.
Ghana - Baju kente
Busana pernikahan tradisional dari berbagai negara ©2016 Merdeka.com
Pernikahan tradisional di Ghana umumnya masih menggunakan busana kente, sejenis kain tenun sutera dengan motif warna-warni cerah yang jadi ciri khas suku Ashanti. Sama seperti kilt, setiap keluarga biasanya memiliki motif kente yang berbeda-beda. (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya