LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Seperti ini penampakan keju tertua dan terlangka di dunia

Seperti ini penampakan keju tertua dan terlangka di dunia. Diperkirakan sudah berusia 2000 tahun dan kini hanya dibuat di kota Baalbek, Lebanon. Dibuat di gentong tanah liat dengan metode pengawetan makanan tertua di dunia.

2017-07-26 18:02:00
Kuliner Unik
Advertisement

Lebanon merupakan tempat asal salah satu makanan tertua dan terlangka di dunia, yaitu keju ambaree. Keju ini merupakan bagian dari warisan kuliner yang sudah hampir punah tergerus zaman.

Dilansir The Food Heritage Foundation, ambaree juga dikenal dengan nama sirdeleh atau labnet al jarra. Keju ini diperkirakan sudah dibuat sejak dua ribu tahun lalu. Warga Lebanon menyukai rasanya yang lembut dan tidak padat seperti cream cheese. Biasanya dijadikan jajanan saat musim dingin. Dioleskan di atas selembar roti saj, markouk, atau pitta, kemudian dilipat dan dipanggang di atas tungku.

Advertisement
Keju ambaree. © BBC Travel

Keju ambaree. © Food-heritage.org

Advertisement

Pembuatan keju ini memakan waktu lama. Saat ini biasa diproduksi di Baalbek, tepatnya di lembah Bekaa. Di sana banyak kambing gunung yang susunya menjadi bahan baku ambaree.

Ambaree dibuat di gentong-gentong tanah liat menggunakan salah satu metode pengawetan tertua di dunia. Pertama, gentong diurapi ari hangat dan garam kasar. Setelah itu disiram air asin selama 34 hari dan dijemur sampai kering.

Keju ambaree. © Food-heritage.org

Setelah gentong siap digunakan, susu kambing dituangkan ke dalamnya dan digarami. Begitu dadih dan air memisahkan diri, lubang kecil di dasar gentong dibuka agar air bisa mengalir. Selanjutnya selama bulan Mei sampai Oktober, gentong dituangi susu dan garam semiggu dua kali.

Keju ambaree. © Glamroz.com

Setelah dadih memenuhi wadah, leher gentong ditutup dengan kain. Pada bulan November, ambaree sudah siap dikonsumsi. Dengan metode penggaraman ini, ambaree bisa awet sampai satu atau tiga tahun.

Sayangnya semakin sedikit perajin keju yang masih membuat ambaree karena lamanya proses dengan teknik ini. Bahkan gentong tanah liat yang digunakan untuk membuatnya pun semakin sulit didapat. Gentong ini biasanya diwariskan secara turun-temurun. Usianya saja bisa mencapai ratusan tahun. Tak heran kalau ambaree semakin langka meskipun peminatnya masih banyak.

Baca juga:
Tarantula goreng, kuliner ekstrem paling nikmat khas Kamboja
Barista ini sulap kopi jadi lukisan
Mencicipi pedasnya sambal semut khas Oaxaca, Meksiko
Lemang periuk kera, jajanan Malaysia dibuat dengan tanaman karnivora
Berternak jangkrik untuk cemilan ekstrem

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.