Sambut kelahiran putera mahkota, Bhutan tanam 108.000 pohon
Untuk merayakan kelahiran putera nomor satu di negeri itu, seluruh Bhutan memilih cara yang ramah lingkungan.
Bhutan sering disebut sebagai salah satu negara yang paling 'hijau' di muka bumi. Negara ini mengadopsi berbagai kebijakan yang ramah lingkungan. Alih-alih Produk Nasional Bruto, Bhutan lebih memilih untuk fokus pada Kebahagiaan Nasional Bruto bagi warganya.
Untuk merayakan kelahiran putera nomor satu di negeri itu, seluruh Bhutan memilih cara yang paling ramah lingkungan pula.
Dilansir Treehugger (15/3), 108.000 bibit pohon telah ditanam di untuk memperingati kelahiran putera pertama Yang Mulia Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema.
Konstitusi Bhutan menetapkan bahwa setidaknya 60 persen dari lahan di negara itu terjaga kelestariannya. Tetapi bukan hanya itu alasan yang mendasari gerakan penanaman bibit pohon di hari kelahiran putera mahkota.
"Dalam ajaran Buddha, pohon adalah penyedia dan pemelihara dari semua bentuk kehidupan," kata Tenzin Lekphell yang mengkoordinasikan gerakan tersebut. "Ini melambangkan umur panjang, kesehatan, keindahan, dan kasih sayang."
Aksi penghijauan ini segera menjadi topik pembicaraan dunia internasional. Tahun lalu, Bhutan menyabet Guinness World Record dengan menanam hampir 50.000 pohon dalam waktu satu jam.
Baca juga:
Rage yoga, kelas meditasi yang disertai sebotol bir dan umpatan
Dengan $ 2 juta, kamu bisa hidup di istana putri Disney
Begini keindahan pintu dari berbagai negara di dunia
Setelah Barbie realistis, kini hadir Ken dengan sosok manusiawi
Serunya Jakarta Toys dan Comics Fair 2016 ke-12