Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rage yoga, kelas meditasi yang disertai sebotol bir dan umpatan

Rage yoga, kelas meditasi yang disertai sebotol bir dan umpatan Ilustrasi yoga. ©Shutterstock/wavebreakmedia

Merdeka.com - Sesi yoga seharusnya mengajak para yogi untuk mencapai keseimbangan tubuh dan mental. Namun dalam beberapa tahun belakangan muncul berbagai aliran yoga non-konvensional. Misalnya saja naked yoga (yoga dalam keadaan telanjang bulat) dan bikram yoga (yoga dalam ruangan bersuhu 40 derajat Celcius). Sekarang ada lagi aliran yoga yang cukup nyeleneh, yaitu rage yoga.

Apa itu rage yoga? Dilansir Entertainment Ireland, rage yoga melibatkan gerakan yoga tradisional. Yang membedakan adalah tempat dan ritual yang dijalankan.

Alih-alih studio yoga, sesi rage yoga diadakan di dalam sebuah pub yang ada di Calgary, Alberta, Kanada. Instruktur dan perintis rage yoga, Lindsay Istace mengatakan kalau tujuan sesi yoga yang dia adakan adalah bersenang-senang. Dia ingin membuka kelas yoga yang berbeda agar para yogi pemula tidak merasa terintimidasi. Sebab Istace sendiri mengaku kalau dia kesulitan mengikuti kelas yoga konvensional yang serius.

lindsay istace instruktur dan perintis rage yoga

Lindsay Istace, instruktur dan perintis rage yoga © Metro/Jeremy Simes

"Saya tidak bisa melakukan yoga yang super serius," kata Istace. "Saya ingin bisa tertawa terbahak-bahak jika saya jatuh. Saya tahu tidak semua studio seperti itu, tetapi seringnya saya memang merasa sulit beradaptasi."

Tak hanya tempatnya yang tak biasa. Rage yoga juga disertai acara menenggak bir di tengah-tengah sesi. Setelah sesi berakhir, para yogi tak mengucapkan salam 'namaste' seperti biasa. Mereka diajak untuk meneriakkan kata "F*ck Yeah!" dengan lantang.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP