Orang Indonesia ternyata kurang cermat dalam memilih bank
Orang Indonesia ternyata belum bijaksana dalam memilih bank. Banyak fasilitas penting yang belum menjadi poin perhatian.
Orang Indonesia ternyata belum terlalu bijaksana dalam memilih bank. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh situs Jejak Pendapat.
Meskipun 89,33 persen responden memiliki rekening tabungan, tetapi ternyata tak banyak yang memanfaatkan fasilitas layanan bank secara maksimal.
Dari 884 responden yang diwawancarai, ternyata hampir keseluruhannya memilih kemudahan akses layanan sebagai faktor penentu dalam memilih suatu bank.
Para responden yang separuhnya adalah mahasiswa umumnya memilih bank tertentu karena fasilitas anjungan tunai mandiri yang tersebar di mana-mana, kerjasama dengan universitas, dan rekening bank orang tua.
Photo by Jajak Pendapat
Kualitas layanan dan reputasi bank hanya menjadi prioritas kesekian dalam memilih. Sementara para responden yang bekerja pun cenderung memilih bank dengan alasan yang sama.
Photo by Jajak Pendapat
Tampaknya fasilitas suku bunga pinjaman, biaya administrasi bulanan, ada atau tidaknya tabungan pendidikan, dan saldo minimum rekening tabungan belum menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.
Padahal jenis layanan ini bisa menguntungkan jika dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, saldo minimum dan biaya administrasi yang tinggi sebenarnya juga bisa memberatkan nasabah. Tetapi hal itu rupanya belum menjadi perhatian nasabah bank di Indonesia pada umumnya.
Baca juga:
4 Kesalahan finansial yang perlu dihindari sejak dini
Kelola keuangan mulai dari investasi pendidikan sampai warisan
Guru minta istilah keuangan harus mudah dipahami
Di Asean, tingkat literasi keuangan di Indonesia terendah
OJK luncurkan buku edukasi keuangan untuk SMA