LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Momen Haji Akbar, Ini Keistimewaan, Penentuan Waktu, dan Sejarahnya yang Sarat Makna Bagi Umat Islam

Haji Akbar, momen istimewa dalam Islam, memiliki beragam makna. Simak keistimewaan, penentuan waktu, dan sejarah Haji Akbar yang penuh makna di sini!

Senin, 02 Jun 2025 15:45:00
haji
Haji Akbar (Pexels)
Advertisement

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki keutamaan luar biasa dalam syariat Islam. Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah haji sebagai bentuk penghambaan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Namun, di antara berbagai musim haji yang pernah terjadi, ada satu istilah yang kerap menarik perhatian: Haji Akbar. 

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Haji Akbar? Mengapa ia dianggap istimewa? Dan bagaimana sejarah kemunculannya dalam tradisi Islam? Artikel ini akan mengupas tuntas makna, keutamaan, penentuan, serta sejarah dari Haji Akbar secara mendalam. 

Apa Itu Haji Akbar?

Haji Akbar Pexels

Secara harfiah, istilah Haji Akbar berasal dari bahasa Arab yang berarti “Haji yang Agung atau Besar.” Istilah ini muncul dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat At-Taubah ayat 3:

"Dan ini adalah satu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari Haji Akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik..." (QS. At-Taubah: 3)

Advertisement

Ayat ini mengisyaratkan adanya hari tertentu dalam pelaksanaan haji yang disebut sebagai Haji Akbar. Namun, apa yang dimaksud dengan “akbar” dalam konteks ini masih menjadi bahan diskusi di kalangan ulama.

Dalam tafsirnya, sejumlah ulama seperti Imam Al-Qurthubi, Ath-Thabari, dan Ibnu Katsir menyebut bahwa Haji Akbar dapat dimaknai sebagai bentuk ibadah haji yang lengkap, berbeda dari umrah yang kerap disebut sebagai haji kecil (al-hajj al-ashghar). Sementara itu, sebagian besar ulama sepakat bahwa Haji Akbar adalah momen ketika wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh tepat pada hari Jumat.

Advertisement

Mengapa Haji Akbar Dianggap Istimewa?

Pelaksanaan Haji Akbar dianggap memiliki nilai keutamaan tersendiri. Salah satu sebabnya adalah karena peristiwa wukuf di Arafah – yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji – dilakukan pada hari Jumat, yaitu hari paling utama dalam Islam. Hari Jumat sendiri disebut sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari), karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan, termasuk waktu mustajab untuk berdoa dan berkumpulnya umat Muslim untuk shalat Jumat.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bahkan menyebut bahwa haji yang dilakukan pada hari Jumat dapat bernilai hingga 70 kali lipat lebih besar dibanding pelaksanaan haji pada hari biasa. Hal ini menjadi daya tarik besar bagi para jamaah dan menambah kekhusyukan spiritual dalam menjalankan ibadah tersebut.

Selain itu, dalam pelaksanaan Haji Akbar, jamaah berkesempatan menjalankan dua ibadah agung sekaligus dalam satu hari: wukuf dan shalat Jumat. Hal inilah yang semakin menegaskan keistimewaan Haji Akbar dibanding musim haji pada tahun-tahun lain.

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Penentuan Haji Akbar

Meski secara umum Haji Akbar dimaknai sebagai pelaksanaan wukuf di Arafah yang jatuh pada hari Jumat, ada beberapa perbedaan pendapat dalam menafsirkan makna pastinya.

  1. Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i: menyatakan bahwa Haji Akbar adalah hari Arafah (9 Dzulhijjah).
  2. Imam Malik dan Imam Bukhari: menyebut bahwa Haji Akbar adalah Hari Nahar (10 Dzulhijjah), yakni hari penyembelihan kurban.
  3. Imam Mujahid dan Atha': berpandangan bahwa seluruh hari dalam rangkaian ibadah haji adalah bagian dari Haji Akbar, selama mencakup seluruh rukun hajinya.

Dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Umar dan diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Rasulullah SAW pernah menyebut Hari Nahar sebagai hari Haji Akbar. Beliau bahkan menyampaikan khutbah di atas unta pada hari itu saat melaksanakan Haji Wada’ di tahun ke-10 Hijriah.

Namun demikian, ada pula riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah menyebut hari Arafah sebagai hari Haji Akbar. Meskipun riwayat ini tergolong mursal dan kedudukannya lebih lemah, namun tetap menunjukkan bahwa para ulama memahami istilah Haji Akbar dalam berbagai cakupan makna yang luas.

Sejarah Haji Akbar: Transformasi Spiritual dan Sosial

Kesalahan saat Melakukan Wukuf @ 2025 merdeka.com

Untuk memahami makna Haji Akbar secara utuh, kita perlu menengok ke belakang, tepatnya pada peristiwa yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah. Saat itu adalah kali pertama umat Islam menunaikan ibadah haji secara penuh tanpa intervensi kaum musyrik. Rasulullah SAW belum berhaji pada saat itu dan mengutus Abu Bakar sebagai Amirul Hajj (pemimpin rombongan haji), serta Ali bin Abi Thalib untuk menyampaikan permakluman penting.

Isi permakluman tersebut sebagaimana tercantum dalam QS At-Taubah: 3 adalah bahwa kaum musyrik tidak lagi diizinkan melaksanakan haji atau melakukan thawaf dalam keadaan telanjang – kebiasaan jahiliah yang sebelumnya lumrah dilakukan. Sejak saat itu, Mekkah benar-benar menjadi pusat tauhid, bebas dari syirik.

Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah Islam dan menjadi tonggak penting dalam penyucian Tanah Haram. Inilah salah satu alasan mengapa hari tersebut disebut sebagai Haji Akbar — bukan hanya karena jatuh pada hari tertentu, tetapi karena membawa makna teologis dan politik yang mendalam.

Haji Akbar, Bukan Sekadar Soal Hari

Haji Akbar bukanlah semata-mata istilah untuk menyebut haji yang jatuh pada hari Jumat. Ia mengandung makna spiritual, historis, dan simbolik yang sangat dalam. Ia menggambarkan kesempurnaan ibadah haji dalam bentuknya yang paling utuh, dan mengingatkan kita akan momen transformatif ketika Mekkah dibersihkan dari tradisi jahiliah dan ditegakkan sebagai pusat tauhid sejati.

Advertisement

Terlepas dari perbedaan pendapat tentang hari yang tepat, umat Islam sepakat bahwa Haji Akbar merupakan kesempatan istimewa yang membawa limpahan pahala dan keberkahan. Semoga kita semua diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, dan bahkan mengalami keistimewaan Haji Akbar dalam hidup kita. Aamiin.

Berita Terbaru
  • Lebih Dari 180 Ribu Kendaraan Melintas di Empat Ruas Tol Regional Nusantara Hingga Hari H Idul Adha 2026
  • Wali Kota London Sadiq Khan Naik Haji, Ceritakan Momen Spiritual di Tanah Suci
  • Realisasi Belanja APBN NTT Tembus Rp10,21 Triliun per April 2026, Dorong Ekonomi Daerah
  • Polres Metro Bekasi Sita Ribuan Obat Keras Ilegal, Dua Pengedar Diamankan di Bekasi
  • Pemerintah Dorong Keterlibatan UMKM dalam Ekosistem EV Nasional untuk Perkuat Industri
  • arafah
  • berita paham
  • dzulhijjah
  • haji
  • haji 2025
  • haji akbar
  • ibadah haji
  • ibadah haji 2025
  • keutamaan haji mabrur
  • konten ai
  • konten nais
  • nais
Artikel ini ditulis oleh
Editor Titah Mranani
T
Reporter Titah Mranani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.