LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Mengapa di Mesir lentera identik dengan Ramadan?

Mengapa di Mesir lentera identik dengan Ramadan? Tradisi ini begitu melekat dengan warga muslim di Mesir, meskipun sejarahnya sendiri ditengarai tidak berkaitan dengan Islam. Ditengarai sebagai gagasan salah satu khalifah Fatimiyah. Diyakini pula berakar dari tradisi Mesir kuno dan Kristen Koptik.

2017-06-13 00:04:00
Tradisi Islam
Advertisement

Di Mesir, bulan suci Ramadan identik dengan fanous atau fanoos. Ini adalah sebutan untuk lentera yang biasa dipajang di luar rumah atau toko selama bulan Ramadan berlangsung. Tradisi ini begitu melekat dengan warga muslim di Mesir, meskipun sejarahnya sendiri ditengarai tidak berkaitan dengan Islam.

Ada berbagai teori dan mitos yang dikaitkan dengan sejarah fanous sebagai simbol Ramadan. Menurut sebuah sumber, tradisi lentera Ramadan berasal dari pemerintahan Saladin (1174-1193 M). Dilansir FamilyHoliday, sejumlah sejarawan meyakini tradisi ini diadaptasi dari kebiasaan umat Kristen Koptik untuk merayakan Natal dengan lilin. Ada juga yang berpendapat kalau tradisi memajang fanous untuk perayaan dimulai dari zaman Firaun. Kala itu, warga Mesir kuno merayakan terbitnya bintang Sirius dengan cara yang sama.

Advertisement
Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Walaupun begitu, kisah yang lebih populer di masyarakat dikaitkan dengan para khalifah dari zaman kejayaan Fatimiyah. Konon, warga Mesir menyambut kedatangan khalifah Al-Muizz li-Din Allah pada tanggal 15 Ramadan tahun 358 Hijriyah dengan menyalakan lilin dan obor. Untuk melindungi lilin dari embusan angin, sejumlah warga meletakkan lilin di atas papan kayu yang terbungkus daun palem dan kulit binatang.

Advertisement

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Mitos lainnya menyebut khalifah Al Hakim Bi-Amr Illah sebagai penggagas fanous di bulan Ramadan. Konon sang khalifah akan meminta anak-anak untuk menyalakan lentera sambil menyanyikan lagu-lagu pujian begitu Ramadan tiba. Dia juga meminta seluruh imam masjid dan para pemilik toko di Mesir untuk menggantungkan fanous di depan masjid begitu matahari tergelincir, agar jalanan menjadi lebih berwarna dan warga mengetahui kalau waktu berbuka sudah tiba.

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Lentera Ramadan di Mesir. ©FamilyHoliday.net

Para wanita yang pada masa itu dilarang keluar rumah pada malam hari diperbolehkan sang khalifah beribadah di masjid pada malam-malam Ramadan, asalkan ditemani seorang lelaki yang menjadi mahramnya (orang yang haram dinikahi karena sebab tertentu, misalnya anggota keluarga sedarah) membawakan fanous. Dengan begitu, para pria akan membukakan jalan demi kenyamanan sang wanita.

Saat ini, peran fanous sudah bisa digantikan dengan lampu listrik. Tetapi lentera sebagai simbol Ramadan sudah terlanjur melekat di benak masyarakat. Sepanjang Ramadan, jalanan dan sudut kota dihiasi lampu warna-warni yang semarak.

Baca juga:
Kisah para penabuh drum sahur Turki, profesi yang kian terpinggirkan
Tradisi pamer kekebalan tubuh di Irak yang mengerikan
Laku lampah Trah Bonokeling sambut datangnya Bulan Ramadan
Cerita tradisi nyekar oleh umat muslim di Bali jelang Ramadan
Jelang puasa, warga ritual Keramas Merang di Sungai Cisadane

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.