Pasang iklan provokatif, Calvin Klein dituding suburkan pedofilia
Gara-gara foto provokatif, Calvin Klein panen hujatan dari netizen.
Kampanye iklan musim semi 2016 Calvin Klein telah memancing reaksi negatif dari netizen di seluruh dunia. Merek pakaian dalam ternama itu dituding menampilkan pornografi, bahkan mendorong perilaku pedofilia. Penyebabnya adalah iklan terbaru Calvin Klein yang diunggah di Instagram.
Dilansir DailyMail (11/5), foto yang diunggah pada tanggal 10 Mei itu menampilkan seorang gadis muda yang dipotret dari bawah. Celana dalam, selangkangan, dan sebagian pantatnya menjadi fokus utama foto.
Foto tersebut diabadikan oleh Harley Weir. Sementara modelnya adalah Klara Kristen, 22, aktris asal Denmark. 'I flash in #mycalvins,' begitulah bunyi slogannya.
Selain Instagram, iklan tersebut juga diunggah di Twitter. Para pengikut jejaring sosial Calvin Klein langsung bereaksi. Sebagian besar menganggap ikklan tersebut 'tidak penting' dan 'menjijikkan'. Beberapa menganggap iklan tersebut tak pantas karena Kristen tampak seperti gadis remaja, mengesankan eksploitasi seksual terhadap gadis di bawah umur.
"Apa-apaan? Ini adalah iklan yang benar-benar aneh dan tidak perlu," geram pemilik akun Anna_marie_94.
"Saya sangat muak para pengiklan melakukan hal seperti ini. Memamerkan gadis-gadis remaja sebagai simbol seks," kata pengguna internet lain.
Foto yang menampilkan Klara Kristen tersebut merupakan bagian dari kampanye iklan yang mengusung tema serupa. Beberapa hari sebelumnya iklan musim semi tersebut menampilkan Kendall Jenner dengan pose yang tak kalah seronok.
Beberapa foto sebelumnya menunjukkan belahan pantat seorang wanita dan model yang memasukkan salah satu tangannya ke dalam celana. Foto-foto tersebut juga mengundang kritik dari netizen. Namun Calvin Klein masih terus mengunggah foto sejenis.
Baca juga:
Visinema kantongi hak paten, bukan hak cipta Surat Dari Praha
Dicap dangkal dan rasis, iklan dari Thailand dihujat netizen
7 Bendera paling kontroversial dalam sejarah
Tak hanya tiket, harga makanan untuk turis pun dibedakan, ow!
Deretan lelucon buruk Charlie Hebdo picu kemarahan dunia