Mari coba makan ojay, kerupuk lezat dari tanah Parahyangan
Saat bulan puasa, penganan ini laris dibeli warga buat buka puasa.
Anda tahu apa itu kerupuk ojay? Penganan ini terkenal sekali di Tanah Parahyangan. Khususnya mereka yang tinggi di perkampungan.
Kerupuk ojay merupakan penganan asli dari tatar Sunda yang terdiri dari kerupuk kuning berbentuk bulat besar dengan rongga-rongga pada bagian tengahnya.
Camilan yang satu ini biasanya mudah sekali ditemukan pada bulan Ramadan. Kerupuk ojay identik sebagai menu awalan kala buka puasa.
Tahukah Anda kenapa kerupuk ini dinamakan kerupuk ojay? Sebenarnya ojay yang diambil dari bahasa Sunda yakni 'ngojay' berarti berenang.
Kerupuk ini pun kerap disajikan atau disantap secara 'ngojay' bersama bumbunya yakni sambal oncom. Sambal oncom biasanya dihadirkan dengan citarasa pedas meski masih berlevel sedang.
"Kerupuk ini menjadi favorit untuk nyemil kala sore hari atau biasanya memang buat buka puasa. Enak, gurih, pedas, dan bikin ketagihan," ujar pemilik Nanutz Mania Riza Rizki Adhiyaksa, Kamis (5/11).
Bila biasanya kerupuk ojay dijual di pinggir jalan, kini ia mengemasnya secara praktis. Namun, ada yang berbeda dengan kerupuk ojay milik Riza.
"Saya mengkolaborasikannya dengan kerupuk bondon. Jadi biar kerasa ada yang beda gitu makanya saya menyatukan dua jenis kerupuk dengan sambal oncomnya," jelasnya.
Kerupuk ojay sendiri hingga kini masih banyak diproduksi di daerah Cimaung. Di daerah asalnya, kerupuk ini dimasak dengan cara disangrai dengan media pasir dan garam.
Nah, pensaran ingin menyantap Kerupuk Ojay? Coba saja datang ke Bandung. Dijamin Anda akan dibuat ketagihan dan ingin terus menyantapnya.
Baca juga:
Pembuatan e-KTP & akta kelahiran di Balai Kota Bandung diserbu warga
Tony Sucipto yakin kekompakan Persib tetap terjaga
Gunung Hejo, ladang uang petani Lembang
Ini cara sederhana bisa bikin ekonomi desa berdenyut
Luar biasa, bisnis Ocha sukses sebab mempekerjakan para tuna rungu
Hewan-hewan buas warnai perjalanan pembangunan kota Bandung
Ingin lihat rupa produk kreatif Bandung, kunjungi 'Crafashtival'