Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gunung Hejo, ladang uang petani Lembang

Gunung Hejo, ladang uang petani Lembang Hasil pertanian Lembang. ©2015 Merdeka.com/ Iman Herdiana

Merdeka.com - Namanya Sutisno, 53 tahun. Meski memakai nama berbau Jawa, ia mahir menggunakan bahasa Sunda. Ia mengaku seumur-umur bertani di kawasan pertanian Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sutisno menuturkan, Desa Cikidang memiliki wilayah pertanian yang luas. Salah satunya Gunung Hejo, yang luasnya lebih dari 1000 hektar. Di gunung ini para petani biasa menanam tomat.

“Tomat dari sini kebanyakan Gunung Hejo, ada tomat apel, tomat mata merah, tomat gondol dan lain-lain,” kata Sutisno.

Malah tomat yang dipakai perang tomat Rabu (4/11) lalu kebanyakan merupakan tomat busuk Gunung Hejo. “Jadi yang BS-BS tomatnya dipakai perang tomat, untuk hiburan, semua terhibur,” kata pria berkumis ini.

Ia menambahkan, Gunung Hejo bagi petani ibarat ladang uang. Buruh tani yang kerjanya nyiram saja setengah hari bisa mendapat upah Rp100 ribu. Mayoritas warga Desa Cikidang adalah petani hortikultura. Mereka hidup di dataran tinggi Lembang yang sejuk dengan udara masih segar, tidak seperti udara di Kota Bandung yang mulai panas.

Tomat menjadi produk pertanian utama di Desa Cikidang. Dalam sekali panen, para petani bisa memanen 3 sampai 10 ton. Lahan pertanian yang subur memudahkan pertumbuhan tomat, dalam satu pohon bisa berbuah 3-4 kilogram. Sedangkan jumlah pohon tomat yang ditanam antara 3.000 sampai 10.000 pohon dengan masa tanam tiga sampai empat bulan.

Menurut Sutisno, saat ini harga tomat sedang naik, antara Rp 4 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram. Tapi kadang harga tomat bisa jatuh sampai Rp 500 per kilogramnya. “Bagi saya mah biar mahal atau murah tani terus, tidak ngeluh,” katanya.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP