Institut Pertanian Bogor dapat hibahan dana Rp3 miliar
Institut Pertanian Bogor dapat hibahan dana Rp3 miliar. Alasan pemberian dana ke IPB karena PT CPI ingin memajukan pendidikan di Indonesia dengan sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing.
Institut Pertanian Bogor (IPB) telah beberapa kali mendapat bantuan dana pendidikan. Salah satunya dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI).
Alasan pemberian dana ke IPB karena PT CPI ingin memajukan pendidikan di Indonesia dengan sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing.
"Saya sudah lama mengenal IPB dan kami juga sudah lama menjalin kerjasama dengan IPB. Sudah menjadi tugas kami pula untuk peduli pada pendidikan, agar kelak IPB bisa menghasilkan sumber daya manusia yang andal," jelas Presiden Direktur PT CPI, T. Hadi Gunawan di Bogor, Rabu 28 Maret 2018.
Terkait misi tersebut, Hadi melalui PT CPI memberikan dana lestari sebesar Rp3 miliar. Dana itu digunakan untuk beasiswa mahasiswa IPB yang cerdas.
Beberapa syarat beasiswa yang harus dipenuhi di antaranya IPK minimal 3.00, menempuh pendidikan di semester 2-8, berasal dari keluarga tidak mampu, dan tak sedang mendapatkan beasiswa dari pihak manapun.
Peresmian Gedung Baru IPB
Selain pemberian bantuan dana miliaran rupiah, PT CPI juga membantu merenovasi gedung di lingkungan SB-IPB. Bangunan berlantai tiga seluas 2000 meter persegi itu baru saja diresmikan, Rabu 28 Maret 2018.
Peresmian gedung tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT CPI, T. Hadi Gunawan dan Rektor IPB, Arief Satria.
Gedung tersebut nantinya digunakan bukan hanya sebagai riset bisnis, tapi juga berkontribusi positif untuk kegiatan perkuliahan.
"Ada ruang kelas, ruang diskusi, auditorium, perpustakaan, kantor, dan area bisnis. Terima kasih sudah membantu untuk memfasilitasi kami," ujar Arief.
Selain itu di gedung tersebut juga akan dilengkapi dengan kata-kata bijak yang menjadi filosofi dari Jiacipto Jiaravaron.
Baca juga:
Perjuangan anak-anak ke sekolah dari berbagai negara ini patut diacungi jempol
Anak usia tiga tahun sudah bisa bersekolah di Prancis
Buku-buku sekolah di Saudi masih mendukung kekerasan, intoleransi, ujaran kebencian
Wujudkan pendidikan Indonesia berkelas dunia, Kemendikbud butuh 736.000 guru baru
Pemprov Jabar bentuk tim investigasi usut bocornya soal USBN di Bandung